Pasca Kejadian Bocah 13 Tahun Meninggal, Dewan Sidak RSUD CND

Pasca Kejadian Bocah 13 Tahun Meninggal, Dewan Sidak RSUD CND

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, melakukan sidak ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Senin (22/10/2018).

Sidak yang dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE tersebut, memfokuskan pada pelayanan dan fasilitas di ruang ibu dan anak, setelah beberapa hari kemarin terdapat peristiwa meninggalnya pasien anak atas nama Alfaredha (13) yang diduga akibat salah sunti oleh tenaga medis.

Baca: Diduga Meninggal Usai Disuntik, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Cut Nyak Dhien

Dalam sidak tersebut, anggota DPRK tampak memeriksa sejumlah dokumen serta mengumpulkan keterangan terkait insiden yang mencoreng nama baik RSUD CND.

"Kita akan mengkaji ini hingga selesai, sebab kejadian sudah kelewatan. Kita selaku dewan yang juga bertugas sebagai pengawas bukan mencari kesalahan pihak lain, tetapi ini jelas merugikan masyarakat," kata Ramli usai sidak kepada wartawan.

Baca: Remaja ini Juga Diduga Meninggal Setelah Disuntik di RSUD CND Meulaboh

Dalam sidak tersebut, kata Ramli, terungkap jika saat ini banyak perawat lama di RSUD CND telah dipindahkan ke Puskesmas. Petugas jaga pada malam insiden tersebut, kata Ramli, adalah perawat baru yang mulai bekerja pada bulan 4 lalu.

"Rupanya perawat jaga baru yang memberikan suntikan obat, sementara perawat senior sudah tidak ada lagi bertugas di rumah sakit itu," kata Ramli.

Sebelumnya, Alfareda, bocah 13 tahun warga Desa Pante Cermen, Kecamatan Pante Cermen, meninggal dunia di RSUD CND Meulaboh usai disuntik oleh perawat. Selain Alfaredha, ada pula seorang remaja 15 tahun bernama Asrul Amilin yang juga diduga mengalami insiden serupa.

Polisi telah mengamankan barang bukti di lokasi kejadian berupa jarum suntik dan cairan infus. Polisi juga sedang menghimpun identitas lengkap para korban. Polisi juga berencana akan memanggil pihak rumah sakit terkait insiden ini. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...