Para Datok di Aceh Tamiang Ancam Berhenti Bayar Pajak Jika 41 Kilometer Jalan Provinsi ini Tak Dibanahi

Para Datok di Aceh Tamiang Ancam Berhenti Bayar Pajak Jika 41 Kilometer Jalan Provinsi ini Tak Dibanahi

Kuala Simpang | Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang mengajukan protes atas kondisi jalan di sana yang rusak parah dan hampir tidak bisa dilewati terutama pada saat musim penghujan.

Ruas jalan tersebut di mulai dari Simpang Kompi, Kecamatan Karang Baru , Aceh Tamiang sampai Gampong Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur atau sepanjang 41 kilometer.

“Terutama ruas jalan sepanjang 16 kilometer yang melintasi 8 kampung yakni Kampung Serba, Sunting, Rantau Bintang, Babo, Pantai Cempa, Pengidam, Bengkelang hingga Batu Bedulang (semuanya masuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang),” tulis  Sekretaris Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka, Paimin dalam siaran persnya yang diterima BERITAKINI.CO, Selasa (10/10/2017).

Menurut mereka, status jalan dengan kode ruas jalan P.036 tersebut merupakan jalan provinsi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 620/1243/2015 tanggal 29 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Namun demikian, sejak ditetapkan hingga sekarang, jalan tersebut tidak pernah dirawat pemerintah provinsi Aceh. “Padahal kondisi jalan tersebut sudah rusak parah dan nyaris tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat terutama pada saat musim penghujan,” kata Paimin.

Padahal, jalan tersebut merupakan jalur transportasi utama masyarakat di 3 kecamatan yakni Kecamatan Sekerak, Bandar Pusaka Aceh Tamiang dan Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur.

Menurut mereka, lebih dari 500 orang tiap hari memanfaatkan jalan tersebut untuk keperluan bekerja, berdagang dan sekolah.

“Kerusakan jalan tersebut berakibat pada gangguan serius terkait dengan kegiatan interaksi sosial, pendidikan, penegakan hukum, transaksi ekonomi, termasuk gangguan akses kesehatan,” kata Paimin.

Pada saat musim penghujan seperti sekarang, kata Paimin, setiap hari dipastikan minimal terjadi 10-15 kali kecelakaan akibat tergelincir dari kendaraan karena kondisi jalan yang licin dan berlobang.

Pada saat tertentu kerusakan jalan tersebut juga berdampak pada terhentinya proses belajarmengajar di beberapa sekolah dan juga mandegnya transaksi ekonomi di masyarakat.

Pada saat musim penghujan seperti saat ini, total kerugian masyarakat mencapai 15 juta per hari (hitungan kerugian material dan non-material yang diderita masyarakat di tiga kecamatan).

“Kami minta Pemerintah Provinsi Aceh agar segera memperbaiki jalan tersebut demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para penghulu juga meminta untuk melakukan perbaikan tambal-sulam menggunakan dana tanggap darurat untuk mengurangi insiden kecelakaan dan sekaligus sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

“Jika kedua permintaan tersebut tidak dipenuhi, maka Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka akan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan tersebut untuk berhenti membayar pajak mulai tahun 2018,” katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...