Pantai Mantak Tari di Pidie Ditutup Masyarakat, Puluhan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian

Pantai Mantak Tari di Pidie Ditutup Masyarakat, Puluhan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian

BERITAKINI.CO, Sigli | Puluhan pedagang yang selama ini berjualan di Pantai Mantak Tari, Gampong Mantak Raya, Kabupaten Pidie mendatangi kantor Dinas Periwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kabupaten setempat.

Kedatangan pedagang yang dominasi kaum hawa tersebut dipicu atas penutupan pantai wisata Mantak Tari oleh masyarakat setempat, karena dinilai kerap menjadi lokasi maksiat dan dianggap pemicu terjadinya bencana di kawasan itu.

Hampir tiga pekan penutupan pantai, membuat pedagang yang berharap meraup pendapatan dari jualan jajanan di pantai tersebut, mengeluh karena kehilangan mata pencaharian.

Dalam sehari, pedagang yang berjumlah sekitar 37 orang tersebut mengaku bisa beromzet Rp 1 juta.

“Terkadang bisa Rp 3 juta jika pengunjung sedang membludak,” kata Syafii (51) salah satu pedagang di Pantai Mantak Tari.

Mereka pun mengadu pada pemerintah daerah agar pantai tersebut dibuka kembali, sehinga para pedagang kembali bisa beraktivitas.

Mereka bahkan membantah terkait infomasi maraknya maksiat di lokasi wisata tersebut, dan menilai informasi tersebut sangat berlebihan.

"Kami juga mencegah jika ada pengunjung yang malakukan maksiat, jadi tidak ada pembiaran juga, kami tetap mencegahnya," kata Syafii.

Semantara Kadisparbudpora Pidie Apriadi menyembut baik kunjungan puluhan pedagang yang rata-rata berdomisili di sekitar Pantai Mantak Tari tersebut.

Namun, menyangkut pembukaan kembali akses menuju lokasi wisata tersebut, pihaknya perlu duduk dengan tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat di kawasan itu untuk sama-sama mencari solusi atas permasahan yang terjadi.

Baca: Takut Ditimpa Bencana Karena Kerap Jadi Tempat Maksiat, Ratusan Emak-emak Tutup Akses Wisata Pantai Mantak Tari di Pidie

"Kami tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri atas masalah ini, dalam waktu dekat kami akan duduk dengan para tokoh di Simpang Tiga," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...