Pamit Terakhir Abdul Kahar Muzakkir, Si Bungsu: Ayah Jangan Pergi!

Pamit Terakhir Abdul Kahar Muzakkir, Si Bungsu: Ayah Jangan Pergi!

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dika, sama sekali tak memiliki firasat. Pagi tadi, seperti biasa, dia mempersiapkan segala kebutuhan keluarga. Lalu melengkapi keperluan untuk keberangkatan ke Kabupaten Simeulue.

Suaminya, Abdul Kahar Muzakkir, tampak mengisi waktu bermain bersama dua buah hati mereka yang masih kecil-kecil.

Di sela-sela itu, Abdul Kahar sempat berpamitan kepada anak bungsunya, Anita Safira, yang masih duduk di bangku kelas II SD.

“Ayah jangan pergi,” kata Dika lirih, meniru ucapan anak bungsunya itu.

Kahar bersama Dika memang sejatinya terbang ke Sinabang, Kabupaten Simeulue, hari ini.

Sejak 1 Agustus 2019 lalu, Kahar dipercaya memimpin Korp Adhiyaksa di kabupaten itu.

“Kenapa nak? Ayah kan bekerja di sana. Ayah harus kembali ke Sinabang,” kata Abdul Kahar seperti ditirukan Dika.

“Boleh berangkat, tapi Sabtu dan Minggu pulang ke Banda Aceh,” timpal Anita Safira.

“’Iya’, jawab suami saya,” kata Dika.

Tak disangka, itu adalah momen terakhir Abdul Kahar bersama sang buah hati.

Abdul Kahar mendadak mengeluh kurang enak badan.

“Sempat minum air putih, setelah itu beliau mengeluh tidak enak badan, dan lemas, masuk kamar dalam keadaan lemas,” ungkap Dika.

Karena tak kunjung membaik, Dika pun langsung membawa suaminya ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Kahar pun langsung mendapat perawatan intensif. Namun takdir berkata lain.

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue itu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit sekira pukul 07.00 WIB tadi.

Dika benar-benar merasa kehilangan. Dia mengenang bahwa Kahar Muzakkar adalah sosok suami yang paling sabar dan penyayang.

Di kantor, mantan Koordinator Kejaksaan Tinggi Aceh itu, juga dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tuntas.

“Beliau tidak mau banyak masalah. Semua pekerjaan segera dituntaskan,” kata Dika yang juga salah seorang jaksa di Kejati Aceh.

Abdul Kahar Muzakkir dikebumikan di Pemakaman Umum Gampong Pango Dayah, Ulee Kareng.

Proses pelepasan jenazahnya dipimpin  Wakajati Aceh M Yusuf.

Hadir juga Asisten Intelejen Kejati Aceh Mukhlis, Asisten Tindak Pidana Khusus T Rahmatsyah, Aspidum Muhibuddin, Asbin Joko Wibisono, Asdatun Jazuli, dan Kasipenkum Munawal.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...