Pakar: Penegakan Hukum Pelanggaran Pilkada di Aceh Harus Lebih Tegas

Pakar: Penegakan Hukum Pelanggaran Pilkada di Aceh Harus Lebih Tegas
Prof. Dr. Lili Rasjidi saat memberikan kuliah umum di Aula Hukum Unsyiah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pakar Filsafat Hukum Indonesia Prof. Dr. Lili Rasjidi menilai, penegakan hukum di Aceh sudah menunjukkan progres lebih baik. Hanya saja, katanya, implementasinya harus lebih tegas lagi. Apalagi akhir-akhir ini kerap terjadinya aksi teror menjelang pilkada di Aceh.

“Kalau saya lihat, telah terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Tapi dibalik itu penegakan hukum di Aceh sudah lebih baik. Hanya saja harus lebih ditingkatkan lagi,” katanya saat diwawancarai BERITAKINI.CO, usai mengisi kuliah umum di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (7/1/2017).

Menurut guru besar Universitas Padjajaran itu, sudah waktu masyarakat menghormati hukum dan menaatinya tak pandang bulu.

Namun, penegakan hukum yang dimaksud olehnya tidak selamanya bersifat penindakan atas suatu kejahatan, melainkan harus mengedepankan upaya pencegahan (preventif).

Sebab, katanya, dengan upaya preventif yang berjalan baik akan menyadarkan masyarakat untuk menaati hukum tanpa harus melakukan penindakan.

“Boleh saja diterapkan upaya hukum penindakan tapi jangan lupa upaya hukum pencegahan karena itu lebih bagus ketimbang penindakan,” katanya.

Dia mengungkapkan, paska gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu, ia sudah selama 12 tahun tidak lagi berkunjung ke Aceh.

Namun, dia tetap memantau perkembangan penegakan hukum di Aceh, karena sebelumnya pernah mengajar di Aceh.

“Untuk ke depan semoga lebih baik lagi penegakan hukumnya,” katanya lagi.

Selain itu, dia juga mengatakan kepada para mahasiswa hukum untuk terus menimba ilmu hukum serta jangan pernah merasa cepat puas dengan apa yang telah didapatkan saat ini.

Karena selama masih mudalah kesempatan untuk mengembangkan karir untuk melanjutkan studi.

“Karena selain Anda bisa memperoleh karir lebih baik, Anda juga akan berkontribusi memperbaiki hukum dengan memberi pemahamam hukum kepada orang lain,” katanya.(*)

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...