Pak Geuchiknya Menghilang, Puluhan Warga Sirong Datangi Kantor Camat Pidie

Pak Geuchiknya Menghilang, Puluhan Warga Sirong Datangi Kantor Camat Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Puluhan masyarakat Gampong Sirong, Kecamatan Pidie mendatangi kantor kecamatan setempat, Senin siang (10/2/2020).

Mereka melapor bahwa Mr, geuchik (kapala desa) mereka menghilang dari gampong tersebut.

Salah seorang warga, Jamaluddin (35), didampingi puluhan masyarakat Gampong Sirong mengatakan, Mr telah mangkir dari tugas sejak sebulan terakhir.

"Geuchik kami menghilang, dia (geuchik) tidak lagi berada di gampong dan hingga saat ini kami tidak tau keberadaan beliau," ujarnya.

Ia kemudian menimpali bahwa Mr menghilang diduga karena penyalahgunaan dana gampong tahun anggaran 2019 lalu.

Masyarakat sudah beberapa kali meminta gauchik untuk menyampaikan pertanggungjawaban dana gampong dan beberapa tokoh masyarakat juga telah berulangkali menyampaikan kondisi tersebut kepada camat, namun tidak mendapat jalan keluar.

"Kami temukan banyak kejanggalan dalam pengelolaan dana gampong, kami tanyakan kepada bendahara gampong, mereka sampaikan bahwa itu di geuchik, sementara geuchik menghilang," kata Jamaluddin.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga berharap bupati Pidie memerintahkan Inspektorat mengaudit anggaran dana Gampong Sirong secepatnya.

Kemudian, massa juga mendesak agar pemerintah memberhentikan Mr dari jabatan geuchik Gampong Sirong, Kacamatan Pidie, karena lalai dalam menjalankan tugas dan hanya muncul saat dana gampong cair dan setelah itu yang bersangkutan kembali menghilang.

"Kami ke sini meminta geuchik diganti dan ditunjuk Pj, karena geuchik tidak aktif dan dana gampong tidak dipertanggjawabkan," timpanya.

Camat Pidie, Miswar di lokasi memembenarkan bahwa, Mr kerap tidak berada di tengah-tangah masyarakat selama ini.

Belum lagi ada beberapa temuan tokoh masyarakat setempat terhadap dugaan penyalahgunaan dana gampong oleh oknum geuchik secara kasat mata dan sudah dibuatkan surat penyataan agar seselesaikan secepatnya oleh yang bersangkutan.

"Kita pernah mediasi persoalan ini di kantor camat, sehingga lahirlah perjanjian, namun belum diselesaikan sampai saat ini dan geuchik kita hubungi juga tidak diketahui lokasi dan tempat ia berada," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...