Owner Yalsa Boutique Praperadilankan Kapolda Aceh

Owner Yalsa Boutique Praperadilankan Kapolda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Owner Yalsa Boutique, Syafrizal dan Siti Hilmi, yang sedang terjerat kasus investasi bodong, mempraperadilankan Kapolda Aceh terkait penetapannya sebagai tersangka.

Sebelumnya, pasangan suami istri itu ditetapkan sebagai tersangka pada Maret 2021 lalu dan ditahan.

Penahanan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Aceh tentang adanya dugaan tindak pidana perbankan.

Tapi keduanya menilai bahwa penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh, tidak sesuai dengan aturan KUHAP dan Perkap Nomor 6 Tahun 2019.

Keduanya pun menggugat kapolda Aceh cq Direskrimsus Polda Aceh, cq Kepala Sub Direktorat II Tindak Pidana Fismondev Ditreskrimsus Polda Aceh ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Sidang perdana perkara itu telah digelar siang tadi, Jumat (30/4/2021) dipimpin Hakim Tunggal Dahlan SH, Jumat (30/4/2021).

Adapun tersangka diwakili oleh kuasa hukumnya, Muslim SH. 

Dilihat BERITAKINI.CO, pemohon menguraikan alasan mengajukan gugatan tersebut antara lain, karena keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat panggilan.

Selain itu, keduanya mengaku ditahan tanpa ada surat penetapan tersangka yang diberikan.

Kedua pemohon juga mengaku tidak memiliki hubungan hukum dengan perusahaan CV Yalsa Boutique, perusahaan yang disangkakan melakukan tindak pidana tersebut.

Pemohon dalam dalilnya menguraikan bahwa merujuk pada akta pendirian perusahaan itu, direktur utama dan wakil direktur utama lah yang bertanggungjawab terhadap tindakan yang mengatasnamakan perusahaan. Sementara kedua pemohon mengaku bukanlah direktur dan wakil direktur di perusahaan itu.

Sehingga atas sangkaan bahwa CV Yalsa Boutiqeu telah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/investasi tanpa izin usaha dari OJK, direktur utama dan wakil direktur CV Yalsa Boutiqeu lah yang dinilai patut bertanggungjawab.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...