Orangtua Siswa di Kembang Tanjong Keluhkan Bus Sekolah Tak Beroperasi Lagi

Orangtua Siswa di Kembang Tanjong Keluhkan Bus Sekolah Tak Beroperasi Lagi
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Sigli | Sudah berbulan-bulan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dari daerah pesisir Kabupaten Pidie, tak lagi dilayani bus sekolah.

Kondisi tersebut pun dikeluhkan masyarakat yang bermukim di daerah pelosok seperti Kemukiman Arusan di Kecamatan Kembang Tanjong, kabupaten setempat.

Mereka terpaksa harus merongoh kocek lebih banyak untuk biaya jajan dan plus uang transportasi anak mereka berangkat sekolah yang berada di jantung kota kecamatan.

"Untuk naik RBT (ojek) bayar Rp 10 ribu, ditambah uang jajan lagi," kata Azwar (40) warga Gampong Jeumerang, Kembang Tanjong kepada BERITAKINI.CO, Jumat (27/12/2019).

Rata-rata masyarakat yang di Kemukiman Arusan tersebut berprofesi sebagai nelayan. Penghasilan yang didapat dari mencari ikan, tidak menentu.

Jika kondisi cuaca buruk, bahkan mereka tidak bisa berlayar.

"Kadang ada anak di sini tidak bisa sekolah, karena orangtuanya tidak ada uang," sambung Azwar.

Jikapun dipaksakan ke sekolah, para siswa harus pulang dengan berjalan kaki hingga dua jam untuk sampai ke rumah karena kehabisan uang.

"Jika setelah sekolah pulang jalan kaki, sore para siswa baru sampai ke rumah," timpa Azwar.

Sementara Camat Kembang Tanjong, Jamluddin yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan terkait yang dikeluhkan warga Kemukiman Arungan.

Karena amatannya, sejumlah bus sekolah masih kerap wara-wiri di sekitar pusat kota kecamatan untuk mengantar siswa. Namun diakuinya kondisi bus sekolah yang ditempatkan kawasan itu sudah uzur dan kerap rusak.

"Belum dapat laporan dari geuchik. Tapi tadi sudah saya telepon sopirnya, katanya memang sudah satu bulan bus tersebut masuk bengkel untuk pengecatan biar nampak bagus," kata Jamaluddin.

Rubrik

Komentar

Loading...