Orangtua Siswa di Kembang Tanjong Keluhkan Bus Sekolah Tak Beroperasi, Begini Kata Dishub Pidie

Orangtua Siswa di Kembang Tanjong Keluhkan Bus Sekolah Tak Beroperasi, Begini Kata Dishub Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Menyikapi keluhan orangtua siswa di daerah pesisir Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupen Pidie terhadap terhentinya pengoperasian bus sekolah, Dinas Perhubungan setempat angkat bicara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pidie, Jufrizal membenarkan bahwa salah satu bus yang ditempatkan untuk membantu siswa di daerah Kemukiman Arusan, Kembang Tanjong tidak beroperasi sudah satu bulan lebih.

Lihat: Orangtua Siswa di Kembang Tanjong Keluhkan Bus Sekolah Tak Beroperasi Lagi

Pihaknya sudah mendapatkan laporan dari sopir bus, bahwa satu bus yang ditempatkan di Kembang Tanjong sedang dalam perbaikan mesin dan memoles body agar terlihat bagus kembali.

Sementara satu unit lainnya masih aktif beroperasi di Gampong Pusong, daerah terluar dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pidie Jaya.

"Baru masuk bengkel pada awal November lalu dan mudah-mudahan akhir bulan Desember ini sudah selesai," kata Jufrizal kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (28/12/2019).

Ia menambahkan, jumlah bus sekolah yang dikelola pihaknya 33 unit, tiga di antaranya tidak lagi dioperasikan karena kerusakan parah. Sejumlah 30 unit tersisa disebar di 23 kecamatan di Pidie untuk membantu antar jemput siswa.

"Ada kecamatan yang dialokasikan dua bus dan ada yang satu unit," ujarnya,

Puluhan bus-bus tersebut, sambung Jufrizal sudah uzur, kerap rusak dan banyak body mobil sudah keropos dimakan usia karena telah beroperasi hingga belasan tahun.

"Bus di Kembang Tanjong yang masuk bengkel itu tahun 2007, kecuali bus yang beroperasi di Blang Pandak, itu merupakan bantuan Bank Aceh tahun 2016," katanya.

Diakui Jufrizal, bahwa selama ini tidak tersedia anggaran untuk memperbaiki mobil-mobil tersebut, dinas hanya menyediakan biaya untuk 4 liter minyak setiap hari dan empat ban per mobil setiap tahun.

Agar bus tetap beroperasi, sopir pun harus memikul sendiri biaya untuk perawatan dan kerusakan mobil tersebut, harapnya bisa tertutup dengan biaya sewa mobil pada hari libur sekolah.

"Untuk biaya perawatan saja tidak ada, apalagi lagi kita beli bus baru. Jika mobil mogok, sopir sendiri yang tanggung," ungkapnya.

Rubrik

Komentar

Loading...