Ridwan Divonis Mati, Arbi: Beri Kesempatan Anak Saya Bertaubat

Ridwan Divonis Mati, Arbi: Beri Kesempatan Anak Saya Bertaubat
Arbi (57), ayah Ridwan alias Iwan tervonis mati kasus pembunuhan sekeluarga di Gampong Mulia Banda Aceh.

BERITAKINI.CO, Calang | Air mata Arbi (57), ayah Ridwan alias Iwan tidak bisa terbendung mengetahui anaknya telah divonis mati oleh Pengadilan Negeri Banda Aceh atas kasus pembunuhan sekeluarga di Gampong Mulia, Banda Aceh pada Januari 2018 lalu itu.

Ia tidak menyangka hukuman mati akan menimpa anaknya.

“Saya sangat berharap hukuman kepada anak saya diringankan. Tidak ada orang tua yang mau anaknya dihukum mati,” kata Arbi sambil mengusap air mata, saat dijumpai BERITAKINI.CO di kediamannya, Jumat sore (26/10/2018).

Baca: Ridwan, Pembunuh Sadis Satu Keluarga di Gampong Mulia Divonis Mati

Arbi menyadari anaknya bersalah karena telah membunuh Tji Sun, Minarni, dan anak mereka bernama Callitos. 

Namun, ia mengaku hukuman mati bagi anaknya merupakan keputusan yang sangat berat.

Baca: Orang Tua Ridwan Tidak Tahu Anaknya Divonis Mati

Ia mengaku menerima jika anaknya harus dihukum bertahun-tahun di penjara, asalkan bukan hukuman mati.

Ia berharap saat banding nanti hakim dapat meringankan hukuman bagi Iwan. Sehingga, anaknya dapat bertaubat saat menjalani hukuman di penjara.

“Saya hanya bisa berharap kepada hakim untuk dapat meringankan hukuman, beri kesempatan dia untuk bertaubat,” ujar Arbi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Banda Aceh telah memvonis Ridwan dengan hukuman mati.

Ridwan divonis bersalah karena dengan sengaja menghabisi nyawa keluarga Asun. Perbuatan Ridwan dianggap sadis apalagi salah satu korban yaitu anaknya Asun masih berusia di bawah umur.

Hakim Totok menyebutkan, tidak ada pertimbangan yang meringankan hukuman Ridwan.

Kuasa hukum Ridwan, Kadri Sufi mengatakan akan melakukan banding atas vonis hakim.

Menurutnya, putusan hakim kepada terdakwa diangggap terlalu berat. Menurut Kadri, tidak tepat hakim menjatuhkan pasal pembunuhan berencana. | ARIF HIDAYAT

Rubrik

Komentar

Loading...