Orang Sudah Meninggal Jadi Penerima Manfaat BPNT, Dinas Sosial Pidie: Kita Masih Gunakan Data 2015

Orang Sudah Meninggal Jadi Penerima Manfaat BPNT, Dinas Sosial Pidie: Kita Masih Gunakan Data 2015
Sekretaris Dinsos Kabupaten Pidie, Muhammad Harris

BERITAKINI.CO, Sigli | Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pidie tidak menampik temuan bahwa orang yang sudah meninggal masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kabupaten tersebut.

Begitu juga dengan temuan bahwa ada aparatur sipil negara (ASN) yang juga masuk dalam daftar KPM BPNT: kondisi yang membuat banyak masyarakat komplain.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Pidie, Muhammad Harris mengatakan, semua data KPM BPNT tersebut sebetulnya diambil dari Basis Data Terpadu (BDT) atau sekarang disebut Data Kesejahteraan Sosial.

Data tersebut, kata Harris, merupakan hasil verifikasi dan validasi melalui musyawarah desa (musdes) di Pidie beberapa tahun lalu.

"BDT yang kita pakai sekarang masih data 2015 dan belum pernah diverifikasi dan validasi ulang," kata Harris kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (26/10/2019).

Rencananya, Dinsos Kabupaten Pidie baru akan melakukan verifikasi dan validasi ulang BDT pada 2020 mendatang.

Harris mengatakan, pada pelaksanaan nanti, dibutuhkan kesiapan semua komponen sesuai Permensos 28 Tahun 2017.

Intinya, dalam musdes tersebut masyarakat akan menjadi komponen yang menentukan orang terdata.

"Ya tentunya, penilaian kelayakan sesuai dengan variabel yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Pihaknya juga siap membantu gampong yang ingin melaksanakan musdes.

Baca: Di Pidie, Orang Sudah Meninggal Jadi Penerima Manfaat BPNT

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) akan membantu memfasilitasi pelaksanaan verifikasi untuk gampong tersebut.

"Insya Allah, jika sama-sama peduli, kami yakin tahun depan masalah data dapat diperbaiki, apalagi, sekarang pemerintah pusat menetapkan Data Kesejahteraan Sosial dalam satu tahun empat kali," ujarnya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...