Oknum TNI Diduga Jadi Pembunuh Bayaran dalam Kasus Penemuan Mayat di Berastagi

Oknum TNI Diduga Jadi Pembunuh Bayaran dalam Kasus Penemuan Mayat di Berastagi
Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar saat ekspose kasus pembunuhan terkait utang judi online yang melibatkan oknum TNI. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

BERITAKINI.CO | Tim Subdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap tujuh terduga pelaku pembunuhan Jefry Wijaya (30) yang mayatnya dibuang dalam jurang di Jalan Medan Berastagi Km 54 Desa Ndaulu, Kabupaten Karo. Salah satu terduga pelaku yang merupakan komplotan pembunuh bayaran ini diduga seorang oknum TNI.

Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, terkait oknum TNI tersebut telah diserahkan ke instansi berwenang untuk penanganan kasus.

Sementara enam terduga pelaku sipil lainnya kini dalam penahanan dan pengembangan kasus di Polda Sumut. Identitas mereka yakni berinisial ES, HD, MD, SN, BA dan AR.

"Apakah ada oknum? saya katakan ada. Namun sudah ditangani instansi berwenang. Soal perannya (oknum TNI) silahkan ditanya ke instansinya," ujar Irwan saat ekspose di Mapolda Sumut, Rabu (23/9/2020).

Dia menjelaskan, motif kasus ini yakni masalah utang piutang bisnis judi online sebesar Rp766 juta.

"Korban Jefry menjamin utang rekannya bernama Dani kepada tersangka ES," katanya.

Irwan mengatakan, utang yang dijamin korban tidak juga dibayar kepada tersangka ES. Hal ini membuat muncul niat ES untuk menculik korban agar membayar hutang judi tersebut.

Dari niat tersebut, ES menyuruh HD bersama komplotannya menculik korban. Mereka kemudian menculik korban dengan cara berpura-pura membeli mobil Jefry. Diketahui korban merupakan seorang agen jual beli kendaraan.

Setelah berhasil menculik, korban dibawa ke salah satu gubuk di kawasan Medan Marelan. Di lokasi ini para pelaku menagih utang dan menyiksanya namun tak sampai meninggal.

"Dari sini korban dibawa ke lokasi kedua yang jaraknya dua kilometer dari TKP pertama. Mereka kembali menyiksa korban dan bablaslah (hingga meninggal)," katanya.

Selanjutnya, mayat korban ditemukan dalam kondisi telanjang dan tanpa identitas di kawasan Hutan Raya (Tahura) Kabupaten Karo, Jumat (18/9/2020). Hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi ada 14 terduga pelaku pembunuhan dengan tujuh di antaranya sudah ditangkap.

"Para tersangka dikenakan melanggar Pasal 340 Subs Pasal 338 Jo 55,56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan penjara paling lama 15 tahun," katanya.

Rubrik
Sumber
inews.id

Komentar

Loading...