Oknum Kajari Gadungan Peras Mantan Geuchik Rp 20 Juta di Aceh Singkil

Oknum Kajari Gadungan Peras Mantan Geuchik Rp 20 Juta di Aceh Singkil
Mantan Geuchik Kota Batu, Kecamatan Simpang Kanan, Gunawan Solin (tengah)

BERITAKINI.CO, Singkil | Aksi pemerasan dengan mencatut nama Kajari dan Kasi Pidum Kejari Aceh Singkil, kembali terjadi.

Kali ini menyasar mantan Geuchik Kota Batu, Kecamatan Simpang Kanan, Gunawan Solin. Gunawan diperas hingga Rp 20 juta.

Rekaman pembicaraan antara Gunawan Solin dan kajari gadungan itu pun sempat beredar di media sosial.

Bahkan terdapat satu akun Facebook Dafa Almadrid yang mengungkapkan bahwa ada rekaman oknum Kejaksaan Aceh Singkil melakukan pemerasan.

"Ada rekaman oknum Kejaksaan Aceh Singkil beredar minta uang kepada mantan geuchik desa Kota Batu Rp 20 juta," postingan akun tersebut pada Rabu, 18 Desember 2019. Akun itu juga ikut men-tag  sejumlah rekannya di Facebook.

BERITAKINI.CO pun mengonfirmasi hal itu kepada mantan Geuchik Kota Batu Gunawan Solin (45).

Gunawam Solin membenarkan ada oknum yang mengatasnamakan kajari dan berkomunikasi dengannya melalui telepon.

"Peristiwa pemerasaan ini terjadi sekitar sepekan yang lalu," kata Gunawan Solin, Kamis (19/12/2019).

Gunawan mengungkapkan, upaya pemerasan dikaitkan dengan sederet kebijakan desa saat dia masih menjabat dulu. Salah satunya adalah terkait pembelian mobil Toyota Avanza pada 2018 lalu yang menggunakan dana BUMK desa tersebut.

Baca: Pengurus BUMK di Aceh Singkil Beli Avanza Bekas untuk Aset Desa, Harganya Capai Rp 195 Juta

Menurut Gunawan, oknum Kajari gadungan tersebut mengaku telah menerima laporan dari LSM terkait dugaan penyelewengan dana BUMK.

“Awalnya, dia mengaku sebagai Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Aceh Singkil dan meminta sejumlah uang untuk biaya ongkos perjalanan Kejari ke Jakarta,” katanya.

“Saya jawab saat ini saya tidak memiliki uang dan meminta tempo beberapa hari ke depan.”

Sesaat kemudian Gunawan mengaku kembali terhubung dengan dengan nomor yang berbeda, mengaku jika yang bersangkutan adalah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil.

Lagi-lagi Gunawan menjelaskan dirinya belum bisa membantu dan meminta tempo beberapa hari ke depan.

Beberapa hari kemudian Gunawan berkoordinasi dengan rekannya Ucok Marpaung untuk menjumpai Kajari Aceh Singkil di kantornya.

Mereka langsung berangkat menuju Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Singkil untuk melaporkan upaya pemerasan tersebut.

Setiba di kantor, Gunawan dan Ucok Marpaung diterima langsung oleh Kajari Aceh Singkil Amrizal Tahar yang ikut didampingi Kasi Intel Erwin Siregar.

Setelah menjelaskan persoalan, akhirnya Kajari Aceh Singkil meminta Gunawan untuk menelepon yang mengaku sebagai Kajari Aceh Singkil.

Mendengar hal itu, Gunawan langsung menghubungi kajari Aceh Singkil gadungan sambil mengunakan pengeras suara di hadapan Kajari dan Kasi Intel Kejaksaan Aceh Singkil.

"Saat itu, saya telepon kajari Aceh gadungan di hadapan Kajari Aceh Singkil yang asli, saya bilang uangnya sudah ada senilai Rp 20 juta, padahal uang ini tidak ada," katanya.

Selain itu Gunawan mengajak Kajari Aceh Singkil palsu ketemu untuk mengantarkan uang secara tunai.

Sayangnya, Kajari Aceh Singkil gadungan tidak berkenan untuk bertemu dan handphonenya langsung dimatikan.

Pada 17 Desember 2019, Kasi Pidum Aceh Singkil gadungan kembali menelepon lebih kurang 4 kali dengan maksud meminta agar uang tersebut ditransfer via bank.

"Jika tidak saya transfer, saya diancam oleh yang mengaku sebagai Kasi Pidum Kejari Aceh Singkil akan dikeluarkan surat panggilan untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat depan," ujar Gunawan.

Anehnya lagi, keesokan harinya, pada Rabu 18 Desember 2019, Kajari Aceh Singkil gadungan kembali menelepon Gunawan dengan nada mengancam akan menculik dan akan membunuh Gunawan, dikarenakan persoalan tersebut sudah meluas.

Bukan hanya itu, Ucok Marpaung, rekan Gunawan juga ikut mendapat ancaman untuk dipenjarakan.

Disinggung terkait adanya rekaman suara yang beredar antara Gunawan dengan suara penelepon yang mencatut nama Kasi Pidum dan Kajari Aceh Singkil, Ia membenarkan bahwa dalam rekaman tersebut ada suaranya.

Sementara Kajari Aceh Singkil Amrizal Tahar memastikan bahwa namanya telah dicatut untuk sebuah tindakan kejahatan.

Baca: Di Singkil, Oknum LSM Catut Nama Kajari Sasar Kepala Desa

Sementara dia juga menilai tindakan akun Facebook Dafa Almadrid yang menyebar informasi terkait rekaman tersebut telah meresahkan.

"Itu sudah melanggar UU ITE. Insya Allah akan ada laporan polisi. Karena sudah membawa- bawa lembaga,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...