Nova Tak Hadiri Paripurna DPRA Berturut-turut, Begini Penjelasan Pemerintah Aceh

Nova Tak Hadiri Paripurna DPRA Berturut-turut, Begini Penjelasan Pemerintah Aceh
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto

Banda Aceh | Pemerintah Aceh menyampaikan alasan mengapa Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tak menghadiri undangan paripurna DPRA secara berturut-turut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, ketidakhadiran Nova Iriansyah bukanlah suatu yang disengaja, apalagi dengan maksud melecehkan lembaga DPRA.

Sebaliknya, ketidakhadiran akibat ada agenda kerja lain yang harus diikuti pada waktu yang bersamaan dan jauh hari sudah disiapkan.

"Plt Gubernur Aceh selalu memposisikan DPRA sebagai lembaga perwakilan rakyat dan mitra kerja yang sangat beliau hargai," ujar Iswanto, Selasa (1/9/2020).

Iswanto menjelaskan, ketidakhadiran Nova juga tidak menyalahi hukum lantaran telah mengutus perwakilan resmi untuk menghadiri rapat paripurna tersebut pada Senin, 31 Agustus 2020 lalu.

"Berdasarkan peraturan perundang-undangan, apabila berhalangan hadir dapat diwakili oleh sekretaris daerah atau pejabat yang ditunjuk, kecuali wajib hadir pada pengambilan keputusan rancangan qanun sesuai Pasal 93 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Pasal 138 ayat 5 Peraturan DPRA Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Tata Tertib DPR Aceh," kata Iswanto.

Lebih lanjut, Iswanto menjelaskan bahwa Plt Gubernur Aceh pada Senin kemarin memiliki sejumlah agenda kerja yang telah ditetapkan sejak jauh hari sebelumnya.

Di antaranya adalah melantik manajemen baru Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) untuk periode kerja tahun 2020-2025.

"Pelantikan manajemen BPKS memang sudah sangat urgent dalam upaya mempercepat perputaran roda ekonomi BPKS untuk mengejar realisasi anggaran tahun 2020 yang masih 30 persen," ujar Iswanto.

Iswanto juga menjelaskan, pelantikan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di mana tidak ada tamu yang diundang, sangat dibatasi serta diwajibkan mengenakan masker, face field, hingga sarung tangan.

Selain itu, mereka yang dilantik juga tidak diperbolehkan membawa keluarga, termasuk istri, ke lokasi pelantikan.

Sementara pada Selasa (1/9/2020), lanjutnya, Plt Gubernur juga memiliki jadwal mengikuti rapat video conference dengan Presiden Joko Widodo pada pukul 10 pagi terkait penanganan Covid-19.

Bahkan, lanjut Iswanto, Pemerintah Aceh sudah memiliki jadwal penuh sejak 1 sampai 4 September 2020 dalam rangka menyukseskan Gebrak Masker Aceh (GEMA), yaitu program kampanye pemakaian masker ke seluruh gampong di Aceh.

"Semua ini memang sudah diagendakan jauh hari sebelumnya," ujar Iswanto.

Untuk itu, lanjut Iswanto, Pemerintah Aceh juga telah menyurati DPRA agar dapat menjadwalkan kembali rapat paripurna pada kesempatan berikutnya sesuai perundang-undangan.[]

Rubrik

Komentar

Loading...