Nova Ketahuan Sempat Pelihara Satwa Dilindungi, Anggota DPRA: Kalau Sifatnya Transit, Tidak Jadi Soal

Nova Ketahuan Sempat Pelihara Satwa Dilindungi, Anggota DPRA: Kalau Sifatnya Transit, Tidak Jadi Soal
Anggota DPRA Irpannusir

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Nova Iriansyah ternyata sempat memelihara sedikitnya delapan ekor burung langka yang dilindungi. Burung-burung itu dipelihara di rumah dinas wakil gubernur Aceh, di kawasan Blang Padang, Banda Aceh.

Diduga karena keberadaannya tercium publik dan menyebar di media sosial, burung-burung tersebut pun diserahkan ke BKSDA Aceh pada Kamis, 11 Maret 2021 lalu.

Lihat: BKSDA Angkut Satwa Dilindungi Milik Nova, Walhi Aceh: Perlu Diusut Dari Mana Asal Burung-burung Langka Itu?

Lewat siaran pers Biro Humas Setda Aceh, Kepala Dinas Peternakan Aceh Rahmandi yang mewakili Pemerintah Aceh menyatakan burung-burung tersebut sudah terlanjur ditangkap, dan dipelihara dalam rangka penyelamatan di rumah dinas wakil gubernur Aceh.

Tak ada informasi tambahan siapa dan di mana burung tersebut ditangkap hingga kemudian bisa berlabuh di rumah dinas wakil gubernur Aceh.

“Karena sudah sehat, burung-burung langka itu pun diserahkan ke BKSDA Aceh,” katanya seperti dikutip dari siaran pers tersebut.

Rahmandi juga mengakui bahwa sesuai amanat undang-undang, perseorangan dilarang memelihara hewan dilindungi.

Apa yang disampaikan Rahmandi ini juga sejalan dengan Pasal 21 ayat 2 Undang–Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya yang menyebutkan seriap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati. Dan itu ada hukuman pidananya.

Sejalan dengan itu, kalangan pencinta lingkungan menilai penting untuk mengusut hal ihwal burung-burung langka tersebut.

Direktur Wahana Lingkungan Hidung Aceh M Nur mengatakan, langkah itu penting untuk mengetahui dari mana asal muasal burung dan siapa yang menangkapnya hingga bisa sampai ke rumah dinas wakil gubernur.

“Ini tentu melibatkan banyak orang,” katanya.

Sementara anggota DPRA Irfannusir memiliki penilaan relatif sederhana. Menurut dia, dari penjelasan yang diperoleh, burung-burung tersebut hanya transit di rumah dinas wakil gubernur.

“Kalau saya positif thinking saja, berdasarkan pemberitaan, satwa dilindungi itu transit di rumah dinas wakil gubernur. Karena sudah diberitakan begitu, ya sudah, kita anggap transit saja," kata Irpannusir saat dimintai tanggapan, Sabtu (13/3/2021).

 Setelah habis masa transit, kata dia, gubernur telah menyerahkan kepada BKSDA Aceh.

 Kecuali, kata Irpannusir, terdapat indikasi gubernur Aceh membeli satwa-satwa langka tersebut.

"Itu mungkin sudah lain persoalannya, tapi sejauh ini kan tidak ada indikasi ke sana," katanya.

 Irpan menduga burung-burung tersebut hanya dititipkan sehingga transit di rumah dinas wakil gubernur Aceh tersebut.

 "Kita berpositif saja lah. Kalau sifatnya transit, saya kira tidak ada persoalan," katanya.

 Seperti diketahui, BKSDA Aceh mengangkut delapan satwa dilindungi dari rumah dinas wakil gubernur Aceh pada Kamis, 11 Maret 2021 lalu.

Adapun satwa-satwa dilindungi tersebut terdiri tiga ekor Elang Bondol (Haliatur Indus), tiga ekor Elang Brontok (Nisaetus Chirrhatus), seekor Elang Hitam (Uctinaetus Malaynesis), dan seekor Julang Emas (Rhyticeros Undulatus).

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...