Nova Kembali Tak Hadiri Paripurna DPRA, Dewan Gagas Penolakan Raqan Pertanggungjawaban APBA

Nova Kembali Tak Hadiri Paripurna DPRA, Dewan Gagas Penolakan Raqan Pertanggungjawaban APBA

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali tak menghadiri rapat paripurna DPRA, forum tertinggi lembaga wakil rakyat tersebut.

Paripurna itu sendiri beragendakan penyampaian Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2019.

Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin menyampaikan telah menerima surat dari Pemerintah Aceh bahwa Nova hari ini memiliki agenda video converence dengan presiden.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga telah memiliki jadwal sejak 1-4 September 2020 dalam rangka program sosialisasi Gerakan Masker Aceh.

Dahlan menyatakan, pimpinan dewan bersama pimpinan fraksi-fraksi di DPRA telah mendiskusikan ihwal ketidakhadiran Nova pada paripurna hari ini.

"Maka kami dengan pimpinan fraksi-fraksi sudah mendiskusikan dan berkesimpulan bahwa paripurna diskor kembali, dan dijadwalkan kembali pada Jumat malam," kata Dahlan.

Ketidakhadiran Nova untuk kesekian kalinya ini telah memicu "kemarahan" para wakil rakyat.

Terlebih, para anggota dewan belum memiliki kepastian apakah Nova akan hadir dalam paripurna yang akan dijadwalkan pada Jumat, 4 September 2020 mendatang.

Anggota DPRA Sulaiman pun mempertanyakan ihwal kepastian kehadiran Nova jika paripurna digelar Jumat mendatang itu.

"Apakah sudah dikomunikasikan dengan Pemerintah Aceh pada hari Jumat, nanti tidak hadir lagi bagaimana? Marwah 81 anggota DPRA itu di mana?" kata Politisi Partai Aceh ini.

Sulaiman pun lantas menawarkan opsi lain.

"Kalau perlu tolak saja raqan ini. Kita gelar rapat tanpa ada Pemerintah Aceh, kita tolak saja semua pertanggungjawaban itu," katanya.

Anggota DPRA Samsul Bahri juga melempar interupsi.

Samsul Bahri mengungkapkan bahwa pihaknya sebetulnya telah sepakat, jika eksekutif kembali tak hadir pada paripurna hari ini, maka masa paripurna langsung ditutup, tanpa skor.

Lihat juga: Kian Panas, Nova Kembali Tak Hadiri Paripurna DPRA

Tapi, kata Samsul Bahri, hari ini tiba-tiba terjadi rapat antara pimpinan dewan dengan fraksi-fraksi hingga muncul kesimpulan paripurna diskor hingga 4 September 2020.

"Ini ada satu keanehan. Apakah ini sengaja diperlambat, agar kita habis waktu dan tak bisa mengerjakan hal-hal lain. Atau jangan-jangan, pimpinan juga ikut bermain dengan eksekutif?" katanya.

"Kemarin kita mendapat sebuah pertanyaan tentang apakah DPRA siap digulingkan oleh rakyat atau DPRA bersama rakyat menggunglingkan mereka."

Dia pun berharap kecurigaannya bahwa pimpinan dewan "bermain" dengan eksekutif tidak benar.

Rubrik

Komentar

Loading...