Nova Diminta Keluarkan Rekomendasi Pemekaran Provinsi Aceh

Nova Diminta Keluarkan Rekomendasi Pemekaran Provinsi Aceh

BERITAKINI.CO, Redelong | Wacana pemekaran Provinsi Aceh dengan melahirkan wilayah administrasi baru yakni Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) kembali mencuat.

Hari ini, tokoh pemuda dan berbagai LSM dari empat kabupaten di pedalaman Aceh melakukan silaturahmi bersama tokoh ALA.

Dari empat kabupaten yang turut hadir tersebut di antaranya, Bener Meriah sebagai tuan rumah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Kabupaten Gayo Lues.

Mereka berdiskusi untuk melahirkan percepatan provinsi baru sekaligus menunjuk Alwin Al-Lahat sebagai ketua Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Lauser Anatara (KP3ALA) Bener Meriah.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Bener Meriah Sarkawi, Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus, Wakil DPRK Bener Meriah Husnul Ilmi dan beberapa tokoh ALA seperti Sutrisno dan Adijan.

Terlihat juga Ketua KP3ALA Aceh Tengah Zam Zam Mubarak, sejumlah mahasiswa, dan beberapa tokoh ALA lainnya.

Desakan besar-besaran pembentukan Provinsi ALA pernah dilakukan mulai tahun 2005 silam. Bahkan, ratusan kepala kampung dari enam provinsi wilayah yang ingin dimekarkan mendatangi gedung DPR RI pada 2008.

Ketika itu, ratusan kepala kampung juga sempat mengembalikan stempel kampung sebagai bentuk protes.

“Pemekaran ini bukan keinginan, tapi kebutuhan. Dalam perjuangan ini juga jangan sempat ada yang menjadi penghianat seperti perjuangan sebelumnya,” teriak Fauzi Muhda, mantan Kepala Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit Bener Meriah.

Fauzi Muhda salah satu dari ratusan kepala kampung yang ikut pada aksi demo di depan DPR RI 2008 silam.  

Dikatakan, dalam perjuangan kali ini, Ia meminta lambang seluruh kantor yang ada di enam kabupaten tersebut diganti menjadi Pemerintah Pronvinsi ALA.

“Masalah pihak dengan Provinsi Aceh, mereka terima atau tidak terima, ini merupakan hak kita wilayah tengah,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Adijan salah satu tokoh ALA. Mantan anggota DPRK Bener Meriah ini meminta segera memutuskan hubungan dengan Provinsi Aceh.

“Pemerintah yang ada di enam kabupaten ini segera dilumpuhkan. Jangan ada rasa takut dengan Provinsi Aceh, kalau takut jangan harap pemekaran ini bisa terjadi,” tegasnya.

Selain itu juga, ia meminta agar Plt gubernur Aceh mengeluarkan rekomendasi untuk perecepatan pemekaran provinsi tersebut.

“Dalam wilayah tengah, kita tidak ada membedakan suku. Baik itu suku Jawa, Aceh dan Gayo serta suku lainnya. Kita di sini tetap bersatu. Ini demi kebutuhan rakyat,” ujar mantan ketua Peta Bener Meriah ini. | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...