Nova Bisa Jadi Gubernur Tanpa Wakil

Nova Bisa Jadi Gubernur Tanpa Wakil
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Jika tak ada aral melintang, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah segera dilantik menjadi gubernur Aceh.

Wakil Ketua DPRA Safaruddin mengatakan, keputusan presiden tentang pengesahan pengangkatan Nova Iriansyah dilaporkan telah turun.

Dia akan mengisi sisa jabatan yang ditinggalkan Irwandi Yusuf yang diberhentikan karena terbukti korupsi. Sejalan dengan pengangkatan Nova ini, praktis kursi wakil gubernur Aceh akan menjadi lowong.

Lantas, siapa yang akan mengisi posisi itu?

"Itu sebetulnya menjadi hak partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah saat Pilkada 2017 dulu," kata Akademisi Unsyiah Zainal Abidin.

Seperti diketahui, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah dicalonkan oleh gabungan partai politik pengusung yakni Partai Demokrat, Partai Nanggroe Aceh (PNA), PDA, dan PKB. Pasangan itu juga didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Adapun proses pemilihan wakil gubernur sisa jabatan tersebut, kata Zainal Abidin, harus melalui sejumlah tahapan.

"Di antaranya DPRA membentuk panitia lalu membuka pendaftaran calon wakil gubernur, lalu partai politik mengajukan nama bakal calon wakil gubernur, lalu verifikasi bakal calon wakil gubernur, setelah dilakukan verifikasi bakal calon wakil gubernur, baru ditetapkan calon wakil gubernur untuk pemilihan oleh DPRA dan terakhir pelantikan, jadi tahapan nya sangat panjang, sementara waktu yang tersisa sangat mepet," kata Zainal Abidin.

"Jadi kalau melihat tahapannya yang sangat panjang sementara hingga saat ini saja Nova Iriansyah belum juga dilantik sebagai gubernur definitif, meskipun Keppres katanya sudah ditandatangani oleh Presiden, bisa-bisa Nova Iriansyah memimpin sendiri tanpa adanya wakil gubernur."

Zainal menjelaskan, potensi ketiadaan wakil gubernur Aceh ini tak lepas dari lambatnya proses penandatangan Keppres pemberhentian Irwandi Yusuf dari gubernur Aceh 2017-2022.

Meski putusan Mahkamah Agung terkait status hukum Irwandi Yusuf telah terbit pada 13 Februari 2020, namun Keputusan Presiden Nomor 73/P Tahun 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian Irwandi Yusuf tersebut baru diteken pada 17 Juli 2020.

Lihat: Safaruddin: Keppres Sudah Keluar, Nova Iriansyah Sudah Gubernur Definitif

Rentang yang terlalu lama tersebut, telah menyita banyak waktu. Dan jika sisa jabatan wakil gubernur tersebut hanya tersisa 18 bulan terhitung sejak kekosongan, maka wakil gubernur tak dapat diusulkan.

"Jika gubernur dilantik dalam bulan Oktober 2020 ini, maka tersedia waktu tiga bulan untuk memproses pemilihan wagub oleh DPRA. Mengingat pemilihan wagub ada delapan tahapan, maka sangat pesemis pemilihan wagub dapat dilakukan. Melihat deretan waktu mulai dari inkrah putusan, penerbitan keppres, penyampaian keppres ke DPRA dan pelantikan Plt gubernur menjadi gubernur, maka sangat besar kemungkinan Aceh dipimpin oleh gubernur tanpa wakil. Hal ini terjadi bisa saja by desain or by accident," kata kandidat doktor ini.

Rubrik

Komentar

Loading...