Nova Bersaksi di Sidang Abu Malaya yang Sebut Plt Gubernur Aceh Antek PKI 

Nova Bersaksi di Sidang Abu Malaya yang Sebut Plt Gubernur Aceh Antek PKI 

BERITAKINI.CO, Sigli | Gubernur Aceh Nova Iriansyah hadir sebagai saksi dalam persidangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) di Pengadilan Negeri (PN) Meureudu, Kamis (15/4/2021).

Nova bersaksi atas perkara tindak pidana ujaran kebencian dan SARA terhadap dirinya yang menjerat terdakwa Riki Akbar alias Abu Malaya. 

Lihat: Sempat Kabur, Abu Malaya yang Sebut Nova Antek PKI Ditangkap

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Deddy Syahputra mengatakan, sidang ketiga hari ini berlangsung vitual dengan agenda pemeriksaan alat bukti berupa saksi yang diajukan JPU. 

"Alhamdulillah Pak Gubernur, Nova Iriansyah bisa hadir sebagai saksi dan saksi ahli IT dari Unsyiah," kata Deddy. 

Kepada Majelis Hakim Deny Syahputra serta dua anggotanya Ahmad Rizal dan Arif Kurniawan, Nova Iriansyah menerangkan bahwa dirinya merasa sangat dirugikan atas tindakan terdakwa Riki Akbar. 

Postingan di akun Facebook Abu Malaya, menurut Nova tidak hanya menghina dirinya secara pribadi, tapi jabatan Plt Gubernur Aceh saat itu dan juga telah menghina Suku Gayo secara umum. 

"Nova Iriansyah sangat keberatan atas postingan di akun Abu Malaya, karena telah menghina dirinya secara pribadi dan perbuatan terdakwa juga berisikan SARA," ujar Dedi.

Sebelum sidang ditunda, JPU sempat melontarkan terkait jika ada permohonan maaf dari terdakwa, namun Nova mengaku belum ada yang menyampaikan permintaan maaf dari pihak terdakwa hingga saat ini kepada dirinya. 

"Bisa saja, tapi sampai saat ini belum ada (yang minta maaf)," kata Deddy meniru keterangan saksi. 

Dalam dua persidangan sebelumnya, mejelis hakim PN Meureudu telah mendengar keterangan dari penyidik Kepolisian Resort Pidie Jaya dan Ketua Paguyuban Suku Gayo.

"Sidang selanjutnya agendanya keterangan dari ahli bahasa," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...