Nikmati Gaji PNS Ganda Bertahun-tahun, Kepala Ruang Paru RSU Pidie Berakhir di Penjara

Nikmati Gaji PNS Ganda Bertahun-tahun, Kepala Ruang Paru RSU Pidie Berakhir di Penjara
Foto: AJNN

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri Banda Aceh menahan kepala ruang Paru di Rumah Sakit Umum Pidie, Said Zakimubarak terkait kasus yang telah merugikan keuangan negara.

Pria itu diduga telah melakukan penyimpangan dengan menikmati gaji ganda atas statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Pidie dan Pemerintah Aceh.

Kajari Banda Aceh melalui Kasipidsus Iskandar, Rabu (22/1/2020) menyebutkan, kasus itu terungkap dari penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh.

Said Zakimubarak sejatinya adalah PNS di Pemerintah Kabupaten Pidie yang diangkat pada 2006 lalu. Dia diangkat sebagai PNS dengan ijazah diploma keperawatan.

Kemudian, Said Zakimubarak mengajukan permohonan melanjutkan pendidikan S1 di Banda Aceh.

Saat dalam menjalankan tugas belajar itu, dia kemudian memanfaatkan untuk mengikuti seleksi CPNS Provinsi Aceh, dan ternyata lulus dan berdinas di Dinas Perhubungan Aceh.

Tak berhenti di situ, setelah berhasil mendapat ijazah S1, Said Zakimubarak kembali mengajukan permohonan untuk mengambil S2 dari Pemkab Pidie, dan berhasil selesai.

“Kemudian dia juga mengajukan beasiswa S2 dari Pemerintah Aceh,” katanya.

Dari sini lah mulai tercium adanya kejanggalan itu.

“Yang beasiswa S2 dari Pemerintah Aceh ini tersendat, tidak selesai. Diaudit, dan terungkap adanya status ganda tersebut,” kata Iskandar.

Akibat perbuatannya itu, kata Iskandar, Said Zakimubarak berhasil menikmati gaji ganda baik dari Pemkab Pidie maupun dari Pemerintah Aceh.

“Namun statusnya yang di Pidie tidak jadi soal. Yang bermasalah adalah yang di provinsi,” katanya.

Negara mengalami kerugian sebesar Rp 375 juta atas perbuatan Said Zakimubarak tersebut, terutama dari penghasilan yang dinikmatinya dari pemerintah provinsi.

"Dari Rp 375 juta, tersangka telah menyerahkan uang Rp 60 juta untuk menutupi kerugian negara yang ditimbulkannya," kata Iskandar.

Siang tadi, penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh telah melimpahkan berkas dan tersangka kasus ini ke Kejari Banda Aceh. Said Zakimubara pun ditahan oleh kejaksaan untuk persiapan penuntutan.

"Tersangka dikenakan Pasal 2 Jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Iskandar.

Rubrik

Komentar

Loading...