Nekat Bimtek ke Zona Merah, Begini Kata Ketua DPRK Bener Meriah

Nekat Bimtek ke Zona Merah, Begini Kata Ketua DPRK Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah ke Medan, Sumatra Utara menjadi soroton.

Kegiatan tersebut dinilai terlalu dipaksakan dan beresiko, terutama karena Medan merupakan zona merah Covid-19.

Sementara Ketua DPRK Bener Meriah Muhammad Saleh mengatakan, bimtek dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas anggota DPRK dengan mendapatkan pengetahuan soal penganggaran, pengawasan, dan pembuatan qanun.

Lihat: Anggota DPRK Bener Meriah Bimtek ke Zona Merah

“Ini sesuai tugas dan fungsi DPRK. Perlu diketahui latar belakang para anggota DPRK berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda. Diharapkan mereka dapat menyamakan persepsi konsep pembangunan Bener Meriah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima BERITAKINI.CO, Jumat (18/9/2020).

Kata dia, bimtek tersebut juga sesuai implementasi Permendagri Nomor 133 Tahun 2007 Tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Bimtek ini juga sebagai pembekalan bagi anggota dewan untuk lebih memaksimalkan peran pengawasan dan penganggaran khususnya menghadapi pembahasan anggaran di tahun 2021,” ujarnya.

Dia juga memastikan pelaksaan kegiatan bimtek di Sumatera Utara tersebut menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat baik dari sisi penyelenggara maupun peserta.

“Sekembalinya ke Kabupaten Bener Meriah para  anggota DPRK akan segera melakukan rapid tes,” katanya.

Lihat juga: Anggaran Bimtek Anggota DPRK Bener Meriah ke Zona Merah Dipertanyakan

Terkait anggaran, ia menjelaskan bahwa anggaran bukan merupakan mata anggaran baru hasil pembahasan KUA PPAS-P 2020.

“Kegiatan bimtek tersebut sebenarnya sudah sejak lama diprogramkan. Namun, kebetulan saat pelaksanaannya tepat di saat pandemi Covid-19. Sebelumnya saya memohon maaf kepada masyarakat Bener Meriah,” kata Muhammad Saleh. | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...