Nasib Pencalonan Said Syamsul Akan Diputuskan Dalam Tempo 7 Hari

Nasib Pencalonan Said Syamsul Akan Diputuskan Dalam Tempo 7 Hari
Komisioner KIP Aceh Junaidi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) memerintahkan KPU mengoreksi keabsahan dukungan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terhadap Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya Said Syamsul Bahri dan M Nafis A Manaf.

Perintah itu disampaikan lewat Surat Keputusan Nomor 2/DKPP-PKE-VI/2017. DKPP memberikan waktu bagi KPU selama tujuh hari. “Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini,” tulis DKPP dalam surat keputusannya.

Adapun pangkal persoalannya adalah menyangkut surat dukungan pencalonan Said-Nafis yang ditandatangani oleh DPN PKPI yang dianggap tidak sah alias tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca: Loloskan Said Syamsul, DKPP Berhentikan Komisioner KIP Abdya

Mendaftar sebagai pasangan calon, Said-Nafis berbekal surat dukungan pencalonan yang ditandatangani Isran Noor (Ketua Umum) dan Takudaeng Parawansa (Wakil Sekjen). Seharusnya, surat dukungan ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen, masing-masing, Isran Noor dan Samuel Samson.

Keputusan KIP Abdya meloloskan Said-Nafis ini digugat oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Abdya ke DKPP. Hasilnya, DKPP menyimpulkan KIP Abya bersalah dan melanggar kode etik serta tidak mematuhi atasan dalam meloloskan pasangan tersebut.

Tak ayal, DKPP memberhentikan sementara seluruh komisioner KIP Abdya dan memerintahkan KPU untuk melakukan koreksi terhadap syarat pencalonan.

Komisioner KIP Aceh Junaidi mengatakan, KIP Aceh telah mengetahui ihwal pemberhentian Komisioner KIP Abdya tersebut, begitu juga dengan perintah koreksi terhadap syarat pencalonan pasangan Said-Nafis.

“Namun kami akan baca dulu keputusan DKPP seperti apa. Tapi yang pasti surat dukungan partai itu harus dikeluarkan DPP PKPI yang telah disahkan Kemenkumham. Dan sesuai Kemenkumham itu yang sah adalah Kepengurusan Isran Noor dan Samuel Samson,” katanya pada BERIKTAINI.CO, Jumat (20/1/2017).

Junaidi juga mengaku sudah mendengar jika DKPP telah menyerahkan proses koreksi ini pada KPU. “Kami sedang menuggu surat keputusan dari KPU. Langkah-langkah seperti apa yang diperintahkan, kami akan lakukan sesuai dengan perintah,” katanya.

Junaidi mengatakan, mencermati persoalan ini tidak bisa dilihat dari kondisi kekinian. Namun harus ditinjau jauh ke belakang atau di awal proses pendaftaran dulu. Menurut Junaidi, KIP Aceh sudah beberapa kali mengingatkan agar KIP Abdya mematuhi peraturan perundang-undangan dalam meloloskan setiap pasangan calon.

Terutama soal syarat dukungan pencalonan harus benar-benar yang diakui oleh negara.

“Jadi konsekuensi seperti apapun harus dilaksanakan. Apalagi DKPP telah memutuskan bahwa proses pencalonan tersebut keliru,” katanya.

“Dan semua pihak kita minta tunduk pada aturan.”

Baca: Pasangan Kandidat Abdya Said Syamsul-Nafis A Manaf Terancam Gugur dari Pilbup?

Apalagi, menurut Junaidi, sejak awal pasangan calon juga sudah memahami kondisi di internal PKPI. "Jadi memang ini resikonya. KIP Abyda sudah menanggung resikonya diberhentikan. Soal pasangan calon bagaimana, itu tinggal menunggu proses dan keputusan," katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...