Napi Tanjung Gusta Atur Peredaran 8,2 Kg Sabu-Sabu Asal Malaysia

Napi Tanjung Gusta Atur Peredaran 8,2 Kg Sabu-Sabu Asal Malaysia

BERITAKINI.CO | Peredaran narkotika yang diatur dari dalam lapas kembali terungkap. Seorang narapidana (napi) di Lapas Tanjung Gusta Medan yang diduga sebagai pelaku pun diamankan.

Berdasarkan informasi dihimpun, napi yang diamankan bernama Khairul Arifin alias Dedek Kunto. Pria ini dijemput petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

"Dia merupakan narapidana perkara narkotika dengan masa hukuman 8 tahun penjara. Dalam jaringan ini dia merupakan pengendali peredaran narkoba yang dipesan dari Malaysia," ucap Brigjen Atrial, Kepala BNNP Sumut, Jumat (26/4).

Sebelum mengamankan Khoirul, petugas BNNP Sumut lebih dulu meringkus 4 kaki tangannya. Dari jaringan ini disita 8.200 gram sabu-sabu dan 1.900 butir pil ekstasi serta 330 butir pil happy five.

Atrial menjelaskan, pengungkapan kasus ini diawali dari tertangkapnya tersangka Iyan (30) di Jalan Lintas Sumatera Desa Padang Halaban, Kecamatan Rantau Utara, Labuhan Batu Utara, Sumut, Sabtu (13/4) dinihari. Dari tangannya disita 3 kg sabu-sabu. Dia mengaku diperintahkan Sandi (DPO) untuk mengantar 3 kg sabu-sabu kepada tersangka Pebriadi Juhri alias Bantut (29).

Penangkapan Iyan dikembangkan. Petugas meringkus kurir lainnya, yakni: tersangka Said Zulham (42) dan tersangka Sangkot Hairot (30). Keduanya ditangkap di kawasan Kampung Baru, Kota Tanjung Balai, Sumut.

"Tersangka Iyan, Zulham dan Sangkot terpaksa kita lumpuhkan karena mereka berusaha melarikan diri saat pengembangan," jelas Atrial.

Bersamaan dengan penangkapan Said dan Sangkot, BNNP juga meringkus Pebriadi Juhri alias Bantut di kawasan Kampung Baru Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara, Labuhan Batu Utara.

"Dia merupakan penerima sabu dari tiga tersangka sebelumnya, sekaligus sebagai gudang. Tersangka diperintah tersangka Khairul Arifin alias Dedek Kunto dari dalam Lapas," sebut Atrial.

Dari tangan Pebriadi, petugas menyita 16 bungkus sabu-sabu dengan total 5.200 gram dan 1.900 butir pil ekstasi serta 330 butir pil happy five.

Tak berhenti di Pebriadi, petugas BNNP Sumut kembali melakukan pengembangan. Mereka menjemput tersangka Khairul Arifin alias Dedek Kunto dari Lapas Tanjung Gusta.

Khairul mengaku memperoleh narkoba itu dari bandar narkoba di Malaysia berinisial D. "Kita akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk melacak keberadaan keberadaan D, bandar narkoba Malaysia yang menjadi pemasok sabu dalam jaringan ini," imbuh Atrial.

Dalam kasus ini, kelima tersangka disangkakan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 132 UU nomor 35 Tahun 2009 Tentang Tindak Pidana Narkotika. "Ancaman maksimalnya hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati," sebut Atrial.

Rubrik
Sumber
MERDEKA.COM
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...