Napi Asimilasi Ditangkap Lagi Gegara Ngedar Narkoba di Pidie, 100 Gram Sabu Disita

Napi Asimilasi Ditangkap Lagi Gegara Ngedar Narkoba di Pidie, 100 Gram Sabu Disita

BERITAKINI.CO, Sigli | Seorang narapidana asimilasi kembali berulah. Dia adalah Muhadar (32), warga Gampong Krueng Cot Beuah, Delima.

Polisi menangkap Muhadar bersama seorang tukang bangunan, Dj (43) di Jalan Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie. Dari tangannya, petugas mengamankan narkoba jenis sabu seberat 100,7 gram.

"Penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap peredaran narkoba, kemudian kita lakukan penyelidikan," kata Kapolres Pidie melalui Kasat Narkoba Iptu Erwo Guntoro, Kamis (4/2/2021).

Keduanya ditangkap oleh polisi yang menyamar jadi pembeli pada Rabu, 3 Februari 2021.

“Polisi memesan sabu kepada tersangka Mudahar dan akan diambil beberapa jam kemudian,” katanya.

Sekira pukul 16.00 WIB, tersangka yang tidak curiga dengan penyamaran polisi menyepakati barang pesanan akan diserahkan di Jalan Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Pidie.

"Tersangka Mudahar ditangkap bersama Dj yang diduga membantu Mudahar saat transaksi sabu dengan polisi," sambung Erwo.

Kini kedua tersangka serta barang buktu 100,76 gram sabu, satu unit telpon genggam, sepeda motor Yamaha Mio 6418 JJ diamankan Satresnarkoba Polres Pidie untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Sementara Kepala Rutan Kelas II B Sigli, Halim Faisal yang dihubungi BERITAKINI.CO mengaku bahwa Mudahar merupakan narapidana narkoba yang mendapatkan asimilasi (tahanan rumah).

Pada Juli 2020, Mudahar diputuskan bersalah dan dihukum 1,6 tahun penjara atau hingga 6 Oktober 2021 dan diesekusi di Rutan Kalas IIB Sigli.

"Napi tersebut masuk rutan pada Juli 2020 lalu karana perkara narkoba," kata Halim.

Namun lewat program asimilasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam rutan, Mudahar dianggap berkelakuan baik, sudah mencapai ambang 2/3 masa hukuman dan sudah menjalani sidang untuk program asimilasi.

"Sejak 27 Januari 2021 Mudahar menjalani sisa hukuman di rumahnya di Gampong Krueng Cot Beu'ah, Delima dengan tetap dalam pengawasan," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...