Muslim Ayub: Usut Segera Pembakar Rumah Ibadah Muhammadiyah di Bireuen

Muslim Ayub: Usut Segera Pembakar Rumah Ibadah Muhammadiyah di Bireuen

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Anggota Komisi Hukum DPR RI Muslim Ayub meminta aparat kepolisian bersikap proaktif menyikapi aksi pembakaran tiang cakar ayam pembangunan Masjid At Taqwa Muhammadiyah dan balai yang terjadi di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Baca: Masjid di Samalanga Dibakar, Pemuda Muhammadiyah Aceh: Kami Minta Kapolda Mengusut Tuntas

Kekerasan dan intoleransi ini tidak bisa didiamkan, karena bisa menjadi bara konflik yang dapat menggangu keharmonisan sesama umat seagama.

Menurut Muslim Ayub, kepolisian tidak perlu menunggu adanya laporan baru bekerja. “Aksi seperti ini merupakan delik umum yang tanpa dilaporkanpun polisi wajib bertindak. Harus ditemukan siapa pelaku dan dalang dibalik pembakaran tersebut. Termasuk motifnya” ujar Muslim melalui keterangan tertulis yang diterima BERITAKINI.CO, Rabu (18/10/2017).

Aksi ini dilakukan sekelompok orang yang mengatas namakan diri sebagai pendukung aswaja. “Mencermati kasus ini, saya menduga ini sudah direncanakan dengan sengaja”, jelasnya.

Ditambahkan Muslim Ayub, aksi kekerasan intoleransi yang dialamai Muhammadiyah di Kabupaten Bireuen bukan yang pertama. Beberapa tahun lalu, juga pernah terjadi penolakan dan gangguan terhadap pembangunan rumah ibadah di Kecamatan Juli.

Beruntung aksi ini bisa diselesaikan dengan campur tangan pemerintah pusat dan proses pembangunannya bisa dilanjutkan.

“Kali ini hal serupa terjadi disertai pembakaran. Ini pekerjaan orang yang tidak beragama. Bagaimana bisa masjid sebagai tempat beribadah pembangunannya dihalang-halangi hanya karena yang membangun adalah Muhammadiyah. Saya mengecam siapapun pelaku dan dalang dibalik peristiwa ini,” tegas Muslim.

Karena itulah, agar peristiwa ini tidak terulang kembali, kepolisian harus bekerja serius. “Jangan mendiamkan,” katanya.

Persoalan agama sangat sensitif. Kepolisian harus peka dan bertindak secara profesional. Pelakunya harus ditemukan diberi sanksi hukum dan diproses hukum.

“Menjaga keharmonisan dalam masyarakat jauh lebih penting bagi aparat kepolisian daripada melindungi kelompok atau orang-orang yang diduga sebagai pelaku dengan alasan apapun,” kata politisi PAN ini.

Rubrik

Komentar

Loading...