Muslim Ayub, Anggota DPR yang Low Profile tapi High Profit

Muslim Ayub, Anggota DPR yang Low Profile tapi High Profit

BERITAKINI.CO,  Banda Aceh | Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengapresiasi kinerja anggota DPR RI asal Aceh Muslim Ayub.  Menurut Zulkifli, Muslim Ayub adalah anggota DPR yang low profile, tapi high profit. 

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan diawal kata sambutannya usia melantik pengurus PAN Aceh Periode 2015-2020,  di Amel Convention Hall,  Banda Aceh, Senin malam (30/10/2017).

"Muslim Ayub mana? Ini dewan yang low profile tapi hight profit, " katanya usai memberi penghormatan kepada sejumlah tokoh dan ketua parpol yang hadir.

Ucapan Zulkifli itu langsung disambut tawa se-isi ruang pertemuan.

Baca: Zulkifli Hasan Lantik Pengurus PAN Aceh

High profit yang dimaksud Zulkifli dinilai dari kinerjanya. Karena itu, dia tak pernah menolak jika diajak Muslim Ayub berkunjung ke Aceh.

"Di samping Aceh memang luar biasa, terutama kopi dan kuah beulangongnya. Karena itu, ketika di ajak ke Aceh saya tak pernah nolak. Dan yang paling sering mengajaknya adalah Muslim Ayub," ungkapnya.

"Saya sampai bilang, 'Muslim, wilayah kerja saya bukan saja di Aceh'. Tapi karena Muslim ini kinerjanya bagus, disuruh kemana saja saya datang."

Zulkifli mengatakan, "Di suruh ke pasar ikan, saya datang. Disuruh ceramah depan ibu-ibu kaukus perempuan politik, saya ceramah. Suruh saya ketemu gubernur makan malam, saya datang. Perintah Muslim Ayub sajalah kalau di Aceh. Ketua umum saja ngikut apalagi ketua wilayah."

Zulkifli melanjutkan, sebagai partai politik, PAN lahir dari rahim reformasi dan memiliki cita-cita yang begitu mulai.

Tapi kondisi saat ini, katanya, politik berkembang cenderung menggunakan uang. "Bahkan Sila Ketuhanan yang Maha Esa terkesan diganti dengan 'semuanya uang maha kuasa'," katanya.

Orang dinilai hebat, kata ketua MPR RI ini, kalau uangnya banyak, mobilnya bagus. "Walau dari hasil korupsi, itu tak penting," katanya.

Kondisi inilah, katanya, yang menjadi agenda penting PAN ke depan jika ingin 2019 menjadi "Milik PAN".

"Harus kita buang, dan kembalikan nilai-nilai luhur PAN. PAN harus tampil menegakkan nilai-nilai luhur, menegakkan cita-cita reformasi," katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...