Mukhlis Abe Bilang Kombatan yang Tidak Bersama PA adalah Pengkhianat

Mukhlis Abe Bilang Kombatan yang Tidak Bersama PA adalah Pengkhianat
Mukhlis Abe sedang menyampaikan orasi politiknya. (BERITAKINI.CO/Irwan Saputra)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua Partai Aceh (PA) Kota Banda Aceh Mukhlis Abe mengatakan, para kombatan yang tidak lagi bersama Partai Aceh mereka adalah pengkhianat. 

“Dulu sama-sama mengibarkan semangat untuk membela Aceh, tapi saat ini mereka melenceng maka ini adalah penghianat," kata Abe saat membuka acara silatirrahmi dan pengukuhan Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid dan Calon Walikota-Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza-Farid, di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis, (12/1/2017).

Menurut Abe, dulunya mereka adalah orang-orang yang berharap dan memiliki cita-cita serta tujuan bersama (merdeka).

Namun, hasil yang diperoleh adalah perdamaian. Padahal, kata Abe, awalnya perdamaian bukanlah tujuan dari perjuangan. Namun karena pertimbangan secara politik, maka keputusan itu harus diambil, untuk mencegah bertambahnya pertumpahan darah.

“Namun 'perang' ini belum berakhir, meski tidak lagi berperang dengan senjata melainkan perang secara politik,” katanya.

Mukhlis Abe mengatakan, keenam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh saat ini berasal dari mantan kombatan. Lima di antaranya memang murni dari kalangan GAM.

Hanya pasangan Tarmizi Karim yang diback up oleh mantan panglima (Sofyan Dawod).  “Artinya ke semua calon tersebut berasal dari kombatan,” katanya.

Kondisi ini, nilai Abe, sesungguhnya adalah upaya untuk memecah belah antar mantan kombatan.

“Hal ini sudah bisa kita lihat bagaimana saat pilkada sebelumnya antara pasangan calon H2O versus Irwandi Yusuf – Muhammad Nazar,” katanya.

Abe menegaskan, jika PA tidak menang dia mengkhawatirkan tidak ada lagi yang menaruh perhatian terhadap turunan MoU Helsinki dan UUPA. Sebab menurutnya, jika UUPA tidak direalisasi dapat berpotensi untuk terjadi konflik kembali. 

Dalam kesempatan itu Abe berharap agar seluruh mantan kombatan untuk bersatu memenangkan Mualem–TA Khalid sebagai pasangan calon gubernur Aceh, sementara untuk walikota Banda Aceh dia meminta untuk memilih Illiza-Farid.(*)

Komentar

Loading...