Mucikari Prostitusi Anak di Pidie Divonis 6,6 Tahun Penjara

Mucikari Prostitusi Anak di Pidie Divonis 6,6 Tahun Penjara

BERITAKINI.CO, Sigli | Pengadilan Negeri (PN) Sigli menjatuhi hukuman pidana penjara selama 6,6 tahun terhadap mucikari Irene Fransisca Regalado alias Ririn.

Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana penempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan dan/atau perdagangan anak.

Lihat: Kasus Prostitusi Melibatkan Anak di Bawah Umur di Pidie, Mucikari dan Dua Pria Hidung Belang Ditangkap

 “Majelis hakim menghukum terdakwa berupa pidana penjara 6 tahun dan enam bulan,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Pidie, Dahnir SH, yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Rabu (27/1/2021

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie.

Jaksa sebelumnya menuntut Irene Fransisca Regalado dihukum delapan tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsider dua bulan kurungan.

Karena Irene Fransisca Regalado dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 76 F jo Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Setelah mendengar putusan majelis hakim, JPU tadi menyampaikan pikir-pikir atas putusan tersebut,” kata Dahnir.

Selain terdakwa mucikari, Majelis Hakim PN Sigli juga sudah menjatuhi hukuman terhadap pelanggan prostitusi anak di bawah umur yang dijalankan Irene Fransisca Regalado.

Mereka adalah Ikhwan yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan, dihukum 6,6 tahun penjara serta denda sebesar Rp 100 juta, subsider dua bulan.

Satu lainnya, Deni Imrayadi yang divonis lebih ringan dari Ikhwan meski sama-sama terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya.

Terdakwa Deni Imrayadi divonis 5,6 tahun penjara serta denda sebesar Rp 100 juta, subsider dua bulan.

“Dua putusan terhadap terdakwa Ikhwan dan Deni Imrayadi sudah berkekuatan hukum tetap alias inkrah,” ujar Dahnir.

Rubrik

Komentar

Loading...