Minim Sarana dan Belum Ada Perangkat, Tender Proyek di Aceh Tenggara Terancam Tak Efesien

Minim Sarana dan Belum Ada Perangkat, Tender Proyek di Aceh Tenggara Terancam Tak Efesien

BERITAKINI.CO, Kutacane | Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) atau Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Aceh Tenggara terancam tak efisien bekerja untuk menayangkan tender paket-paket proyek investasi pemerintah 2020.

Hal ini dipicu minimnya sarana dan perangkat utama untuk menjalankan layanan pelelangan di unit kerja tersebut.

Sementara tak sedikit paket proyek yang terikat dengan aturan tentang jadwal penayangan.

Seperti paket-paket yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang harus sudah ditender pada Maret 2020.

Salah satu staf di bagian ruangan UKPBJ Setdakab Agara yang tak ingin disebutkan namanya menyatakan, hingga kini UKPBJ belum dilengkapi fasilitas sarana dan prasarana.

“Baru ada server yang lama untuk lelang proyek, kursi, meja, dan beberapa AC di dua ruangan," katanya, Selasa (14/1/2019).

Terpisah Kepala Bagian UKPBJ/LPSE Setdakab aceh Tenggara Iskandar ST ditemui BERITAKINI.CO, mengungkapkan, sejak terbentuk pada akhir November 2019 lalu, fasilitas di ruangan UKPBJ Agara memang belum tersedia.

Permasalahan minimnya fasilitas di ruangan UKPBJ itu berpotensi menjadi persoalan tatkala alokasi anggaran yang diajukan pada APBK 2020, dipangkas hampir setengahnya.

UKPBJ mengusulkan Rp 4,1 miliar, namun yang terakomodir sekitar Rp 2 miliar.

“Dampaknya banyak item pengadaan tak tertampung,” kata Iskandar.

Karena itu, kata Iskandar, unit yang dipimpinnya itu terancam tak bisa bekerja maksimal terutama untuk menjalankan lelang proyek senilai Rp 200 miliar lebih yang bersumber dari DAK, Dana Alokasi Umum, dan Dana Ostsus.

"Untuk saat ini kami butuh sedikitnya 18 unit laptop, selain komputer, server baru, infocus serta perangkat lainnya, sebab itu penting dan sangat mendesak," kata dia.

Rubrik

Komentar

Loading...