Miftahul Jannah, Atlet Asal Aceh dengan Seabrek Prestasi

Miftahul Jannah, Atlet Asal Aceh dengan Seabrek Prestasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Nama Miftahul Jannah, pejudo asal Aceh menjadi buah bibir setelah dia memutuskan batal mengikuti pertandingan di Asian Para Games 2018 karena memegang teguh prinsipnya untuk tidak melepas jilbab.

Miftahul Jannah merupakan atlet yang lahir di Aceh Besar. Tapi dia dibesarkan di Aceh Barat Daya (Abdya). Dia pernah tercatat menimba ilmu di SDLBN Susoh Abdya, lantas melanjutkan ke SMPLB Aneuk Meutuah Kota Jantho.

Tamat di sana, Miftahul Jannah melanjutkan selokah SLBNA (SMA) Kota Bandung, Jawa Barat.

Baca: Ogah Lepas Jilbab, Atlet Asian Para Games Asal Abdya ini Lebih Pilih Terdiskualifikasi

“Saya menjadi tunanetra sejak berumur 3 tahun,” tulis Miftahul Jannah dalam riwayat hidupnya yang diperoleh BERITAKINI.CO, Senin (8/10/2018) dari pendamping atlet, Alamsyah Putra.

Saat di sekolah, Miftahul Jannah memang telah aktif berorganisasi. Dia, misalnya, pernah menjabat sebagai ketua Osis SMPLB Aneuk Meutuah.

Selama menimba ilmu di Bandung, dia juga dipercaya menjadi sekretaris sekaligus bendahara osis.

Tak hanya itu, Miftahul Jannah juga pernah menjadi humas di Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Kota Bandung, dan wakil bendahara ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia).

Dia juga aktif sebagai atlet NPCI Jawa Barat dan humas di Yayasan Rumah Singgah Kita.

Sebagai atlet, Miftahul Jannah juga telah bertanding diberbagai kejuaraan. Selain di Judo, dia juga menggeluti beberapa cabang olahraga lainnya, seperti cabor catur. Bahkan prestasinya cukup mentereng di olahraga itu.

Pada 2010, misalnya, dia berhasil menyabet juara I O2SN jenjang pendidikan dasar se Abdya untuk cabor catur.

Ia juga berhasil menyabet juara II cabor catur di ajang O2SN jenjang pendidikan dasar tingkat Provinsi Aceh pada 2010.

Pada 2011, lagi-lagi dia berhasil menyabet juara I O2SN jenjang pendidikan dasar tingkat Provinsi Aceh.

“O2SN PKLK ABK Nasional juara V 2011 cabor catur,” katanya.

Pada 2012, dia kembali meraih juara I O2SN PKLK ABK Dikdas Propinsi Aceh.

Berikut ini deretan prestasi yang pernah diraih Miftahul Jannah:

Cabor Catur

  • O2SN se-Abdya Tingkat Dikdas Juara I 2010
  • O2SN PKLK ABK Dikdas Provinsi Aceh Juara II 2010
  • OS2N PKLK ABK Dikdas Provinsi Aceh Juara I 2011
  • O2SN PKLK ABK Nasional Juara V 2011
  • O2SN PKLK ABK Dikdas Provinsi Aceh Juara I 2012
  • O2SN PKLK ABK Nasional Juara VI 2012
  • O2SN PKLK ABK Provinsi Aceh Juara I
  • O2SN PKLK ABK Nasional Juara I 2013
  • Juara I Catur Blind Ches 2015
  • Juara II Catur Klasik 2015

Cabor Lari

  • Juara I lari 100 meter di Pekan Paralimpik Pelajar Nasional
  • Juara 3 lari 200m
  • Juara 1 lompat jauh 2012
  • Juara I Peparda Aceh lari 100, 200m 2014
  • Jaura I Peparda Aceh Lompat Jauh 2014.

Cabor Judo

  • Juara I Peparda Jabar Cabor Judo 2015
  • Juara I Judo Blind Nasional di PON/Peparnas Jabar
  • Peringkat VIII Asean Paralimpik Game Malaysia Cabor Goolbol

Seni

  • Juara II FLS2N Puisi se- Aceh 2008
  • Juara I FLS2N Intrumen (gitar) se-Aceh 2013
  • Juara II FLS2N Nyanyi Solo se-Aceh 2014

Selain deretan prestasi itu, Miftahul Jannah juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar Inggris-Amerika-Indoensia pada 2015.

Sebagai atlet asal Aceh, Miftah memiliki satu harapan besar.

“Harapan saya hanya satu untuk Aceh: tidak mendiskriminasikan anak-anak penyandang disabilitas karena kami bukan anak tiri ibu pertiwi Aceh,” katanya.

“Tolong akui saya sebagai atlet Acehh dan berikan kesempatan saya untuk membuktikan bahwa saya mampu untuk bersaing di kalangan umum dengan memiliki keterbatasan pada panca indra yang di sebut tunanetra.”

Dia juga ingin diakui di NPCI Provinsi Aceh.

Rubrik

Komentar

Loading...