Merasa Tertipu, Pembeli Rumah Bersubdisi di Banda Aceh Lapor Polisi

Merasa Tertipu, Pembeli Rumah Bersubdisi di Banda Aceh Lapor Polisi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sejumlah warga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh, Kamis (25/10/2018) untuk melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Developer (pengembang rumah) berinisial TS selaku Direktur PT KML.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu korban bernama Meri Mauliza, dengan Nomor: LPB/651/X/YAN.2.5/2018/SPKT Tanggal 25 Oktober 2018.
Ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan pembelian rumah subsidi di kawasan Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Ada 5 orang warga yang diduga menjadi korban penipuan dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu korban bernama Zahrati, warga Banda Aceh mengatakan, awalnya dia mengetahui info penjualan rumah tersebut sekitar bulan Maret 2018.

"Lalu saya datang ke lokasi dan bertemu dengan marketing. Selanjutnya saya serahkan uang kavling sebesar Rp 5 juta. Kemudian pada tahap selanjutnya saya kasih lagi uang DP Rp 10 juta," kata Zahrati, di Mapolresta Banda Aceh.

Lanjutnya, TS menjanjikan pembangunan rumah subsidi tipe 36 itu akan selesai dalam tiga bulan. Namun, hingga Oktober 2018, belum ada pembangunan di lokasi.

“Di lokasi masih tanah kosong. Developer itu juga susah kami hubungi. Setiap ditelpon tidak direspon, kami hanya dijanji-janjikan saja dari dulu," ujarnya.

Menurut Zahrati, lokasi pembangunan rumah di kawasan Bitai tersebut rencanaya akan dibangun sebanyak 35 unit dengan model single dan couple..

"Menurut penelusuran kami, lokasi pembangunan rumah itu masih bermasalah. Tanahnya belum ada kesepakatan jual beli antara developer dengan pemilik tanah," ungkapnya.

Sebagain besar mereka, kata dia, telah menyerahkan DP dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 50 juta.

"Harga rumah itu berkisar Rp 160-150 juta. Bukan cuma saya saja yang bernasib seperti ini, ada beberapa orang lainya yang jadi korban penipuan," kata Zahrati.

"Kami berharap uang yang telah kami berikan itu dikembalikan seutuhnya, dan pelaku diproses sesuai hukum."

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan warga yang menjadi korban dugaan penipuan.

"Laporan itu akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polresta Banda Aceh. Nanti kita akan menelusuri termasuk mencari bukti-bukti dan memintai keterangan saksi. Jika kasus ini mengarah pada tindak pidana penipuan, maka pelakunya akan diproses sesuai hukum,” kata Trisno.

Di sisi lain, Trisno juga mengimbau agar warga lebih berhati-hati saat ingin membeli rumah, sehingga tidak menjadi korban penipuan. Karena selama ini banyak sekali modus baru yang dilakukan oleh para pelaku penipuan.

"Jika ingin beli rumah, cek dulu fisiknya, cek dulu legalitas perusahaan dan developernya ada izin atau tidak. Hindari sebisa mungkin jika ada yang menawarkan rumah tapi tidak ada wujud bangunannya. Kalau ada yang menawarkan dengan harga murah dan segera dibangun (tidak sesuai dengan akal logika kita) dipastikan itu penipuan," tambah Trisno. | MAG 002

Rubrik

Komentar

Loading...