Ditelantarkan, Penumpang Wings Air KNO-Sabang Kecewa

Ditelantarkan, Penumpang Wings Air KNO-Sabang Kecewa
Penerbangan maskapai Wings Air dari dan ke Kualanamu - Sabang dilayani 3 kali dalam sepekan yaitu hari Selasa, Kamis dan Minggu. (Foto: IST)

BERITAKINI.CO, Sabang | Penumpang maskapai Wings Air rute Kualanamu-Bandara Maimun Saleh, Sabang, mengaku ditelantarkan oleh Wings Air, Minggu (4/11/2018) siang.

Salah satu penumpang warga Sabang, Mawardi menceritakan, dirinya bersama sejumlah penumpang lain merasa sangat dirugikan oleh maskapai Wings Air yang merupakan anak dari perusahaan Lion Group.

Kata Mawardi, penerbangan dari Medan menuju ke Sabang dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-500 harus dibatalkan akibat adanya regulasi yang tidak mengizinkan pendaratan di Bandara Maimun Saleh, Sabang.

"Kami kemarin berangkat dari Kualanamu menuju ke Sabang pukul 12.20 WIB. Awalnya saya mengapresiasi pihak Wings Air berangkat sesuai jadwal, karena biasanya delay. Kami pikir pihak manajemen sudah memperbaiki pelayanannya," ungkap Mawardi, Senin (5/11/2018).

Lalu, lanjutnya, setelah dipersilahkan naik ke dalam bus untuk dibawa ke pesawat, barulah permasalahan terjadi.

"Jadi saat turun dari bus kami sudah disuruh tunggu di parkiran pesawat. Di tempat panas itu saya dan penumpang lain menunggu sekitar 15 menit, karena bagasi kami belum dibawa masuk ke pesawat," ujar Mawardi.

Setelah semuanya siap, barulah para penumpang diperintahkan oleh pihak kru untuk masuk ke dalam pesawat. "Pada saat kami telah take off, kira-kira di atas langit Langsa, pilot memberitahukan bahwa pesawat tidak bisa landing di Sabang sehingga terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu," katanya.

Mawardi bersama penumpang lain berusaha mempertanyakan kepada kru pesawat terkait dibatalkannya pendaratan di Sabang.

"Saya tanya ke kru dan ada juga WNA yang tanya, tapi pihak kru tidak menjelaskan apa-apa, malah diarahkan ke customer service Wings Air," ujarnya.

"Setelah kami turun dari pesawat dan diarahkan ke customer service, di situ kami menunggu lagi sekitar 30 menit, tanpa diberikan makanan dan minuman.”

Setelah itu barulah datang pihak manajemen Wings Air dan menjelaskan penyebab dibatalkannya pendaratan di Sabang.

"Mereka menjelaskan penerbangan dari Medan ke Sabang dibatalkan karena izin operasional bandara di Sabang sudah melampaui batas. Sehingga pihak otoritas bandara tidak mengizinkan pesawat Wings Air landing," katanya.

Kemudian, sebut Mawardi, dirinya bersama penumpang lain menuntut pengembalian uang tiket dan kompensasi.

“Saya jelas kecewa. Saya dan penumpang lain meminta untuk dikembalikan uang tiket. Tapi, pihak maskapai tidak mengembalikan uang tiket secara penuh,” kata Mawardi.

"Saya beli di Traveloka itu seharga Rp 700 ribu sekian, tapi yang dikembalikan hanya Rp 500 ribu sekian. Alasannya, yang tercatat di sistem mereka hanya segitu. Begitu juga dengan penumpang lain, tidak ada yang dikembalikan penuh."

Pria yang saat itu sedang mendapat tugas ke Jakarta oleh kantor tempat dirinya bekerja itu terpaksa harus pulang ke Sabang dengan menggunakan bus.

"Akhirnya saya dan beberapa teman lain yang dari Sabang harus pulang naik bus dari Medan menuju ke Banda Aceh dulu, baru naik kapal feri ke Sabang. Saya tiba di Banda Aceh sekitar pukul 8.00 tadi pagi dan langsung naik kapal tiba pukul 11.00 WIB di Sabang," katanya.

Sementara itu, pihak maskapai Wings Air tidak menjelaskan secara rinci terkait adanya keluhan penumpang pesawat Wings Air rute Kualanamu-Sabang.

"Untuk masalah ini bisa dihubungi area manager kami yang berada di Medan," kata Manager Wings Air Bandara Maimun Saleh, Sabang Djoni Zulfan saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diunggah, BERITAKINI.CO belum mendapat respon dari pejabat berwenang di Wings Air Medan. Beberapa kali dihubungi via selular, tidak tersambung. Pesan WhatsApp yang dikirim BERITAKINI.CO juga belum dibalas.

Terpisah, Kepala Bidang Laut dan Udara Dinas Perhubungan Kota Sabang Bob Wahyudhie mengatakan, batalnya pendaratan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1214 itu bukan karena adanya insiden, tapi adanya miskomunikasi.

"Jadi kemarin itu di Sabang ada gangguan sinyal komunikasi, sehingga kita tidak bisa berkoordinasi dengan Danlanud setempat. Karena diketahui Bandara Maimun Saleh adalah bandara militer, jadi di luar jam operasional kita harus mengajukan izin," ungkap Bob.

Dia menjelaskan, pada saat pesawat Wings Air tersebut terbang dari Bandara Kualanamu, sudah berada di luar jam operasional bandara.

"Jadi kita punya jam izin operasional dari pukul 08.00 -14.00 WIB, di luar itu harus mengetahui Komandan Lanud Maimun Saleh. Jadi ini bukan dilarang landing, tapi beliau tidak mau mengambil resiko, karena kemarin baru kejadian jatuh pesawat Lion Air, sehingga pendaratan harus sesuai prosedur," jelasnya.

Kini, kata dia, pihak Dishub Kota Sabang bersama otoritas bandara dan maskapai Wings Air telah berkoordinasi untuk mengusulkan perpanjangan jadwal operasional pelayanan penerbangan komersil di Bandara Maimun Saleh Sabang.

"Tadi sudah kita usulkan ke Kementerian terkait untuk mengeluarkan izin operasional penerbangan komersil di Bandara Maimun Saleh. Itu kita usulkan dari pukul 08.00 -16.00 WIB. Jadi kalau nanti pesawat mengalami keterlambatan lagi, tidak sampai harus kembali ke Kualanamu," katanya. | MAG 002

Komentar

Loading...