Menyaru Jadi Anggota Polisi dan TNI, Kawanan ini Tangkap dan Peras Pengguna Narkoba

Menyaru Jadi Anggota Polisi dan TNI, Kawanan ini Tangkap dan Peras Pengguna Narkoba

BERITAKINI.CO | Jajaran Polda Sumut membongkar sindikat polisi dan TNI gadungan yang melakukan kejahatan tangkap lepas pelaku narkoba.

“Pelaku sudah ditangkap,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Kamis (25/10/2018).

Mereka adalah Herman (52), mengaku TNI, warga kompleks Mencirim Asri Blok E, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Periyandi alias Feri (38), mengaku polisi, warga Jalan Pasar I Gang Kantin, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang Medan.

Kemudian, Bimbingan Facdo (29), warga Jalan Sawit I, Perumahan Simalingkar Medan; Rudi Hartono (33), warga Jalan Puskesmas Gang Buntu, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal; dan Ismail Nugroho (38), warga Jalan Pasar I Gang Pribadi V, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang.

Kapolda mengatakan kelimanya ditangkap karena selama ini berpura-pura menjual narkoba palsu, lalu bak seorang petugas kepolisian menangkap pembelinya.

Para pembeli kemudian dilepas setelah diperas untuk menyerahkan sejumlah uang.

“Petugas narkoba berhasil mengidentifikasi pelaku Herman Cs yang sering menangkap bandar narkotika dengan modus polisi gadungan dengan imbalan uang,” ujar Irjen Agus.

Herman cs sudah tiga kali melakukan aksi tangkap lepas dengan berseragam Polri dan menggunakan air soft gun, dua di antaranya berhasil, dan terakhir pada Senin (22/10/2018).

Agus menuturkan kasus ini terungkap dari upaya undercover yang dilakukan petugas pada Senin (22/10/2018) di sebuah rumah makan Jalan KH Wahid Hasil Medan. Dua personel Narkoba Polda Sumut memesan sabu satu ons kepada tersangka Biembi Facdo seharga Rp 53 juta.

Tersangka telah menyiapkan tawas yang dibelinya di Pasar Pinggang Medan, untuk dijual sebagai sabu kepada polisi yang menyamar tersebut.

Saat akan transaksi, tiba-tiba datang satu unit Daihatsu Xenia BK 1355 EF.

Ketika itu, tersangka Herman dan Peri langsung turun menodongkan air soft gun kepada dua anggota Polda Sumut. Sedangkan tersangka Biembi Facdo berupaya merampas tas berisi uang untuk pembelian narkoba tersebut.

“Kepada petugas kita, tersangka mengaku polisi sambil menodongkan senjata. Sementara tersangka Rudi Hartono dan Ismail Nugroho menunggu di mobil,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, pada Selasa (9/10/2018) di Marelan, sindikat Herman Cs berhasil menangkap korban dan dilepas dengan tebusan Rp 2 juta. Pada Jumat (19/10/2018) mereka melakukan transaksi jual beli sabu palsu di Mandala, namun mengaku belum menerima uang.

Tersangka Herman dan Peri mengaku, baru dua kali berhasil melakukan tangkap lepas dengan hasil maksimal Rp 2 juta dan dibagi rata. Pakaian dinas Polri diperoleh dari teman Peri berinisial J (polisi asli).

“Kasus itu masih dalam proses pengembangan. Masih ada dua sindikat lagi dengan modus yang sama sedang dalam penyelidikan,” tegas Agus.

Dari para tersangka, disita barang bukti di antaranya satu plastik berisi tawas, satu bungkus gula batu, 257 butir ekstasi palsu, 2 air soft gun, 4 peluru FN, 10 lembar uang palsu pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000, 1 borgol, 1 tanda kewenangan Polri, 1 baju PDL Polri dan 1 unit mobil Xenia.

Kini kelimanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan jeratan Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 pasal 2 ayat (1) tentang kepemilikan senjata dan 368 KUHPidana tentang pemerasan.

Rubrik
Sumber
JPNN

Komentar

Loading...