Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Gelar Aksi Demo di Peunayong Banda Aceh Tengah Malam

Menolak Direlokasi, Pedagang Pasar Gelar Aksi Demo di Peunayong Banda Aceh Tengah Malam
Massa pedagang pasar di Peunayong, Banda Aceh, menolak direlokasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Terhitung mulai hari ini, para pedagang yang menempati sejumlah lokasi di Pasar Peunayong, Lapangan SMEP, dan Pasar Kartini harusnya telah menempati Pasar Al-Mahirah, di Lamdingin, Kecamatan Syiah Kulasa, yang telah disempurnakan fasilitasnya.

Namun para pedagang menolak relokasi tersebut karena menilai syarat yang mereka ajukan belum disanggupi Pemerintah Kota Banda Aceh. 

Mereka pun menggelar aksi unjuk rasa di pusat Pasar Kartini, mencoba menghadang petugas yang hendak menertibkan pasar tersebut.

Dibentangkan juga beberapa alat peraga di antaranya berisi, “Menutup Pasar Sama Juga Menindas Rakyat”, "Maksiat yang Ditutup, Bukan Pasar”, “Bubarkan DPRK Banda Aceh, Wakil Rakyat Tanpa Solusi”, dan “Ada Apa dengan Wali Kota Banda Aceh.”

Massa pedagang juga tampak memasang semacam blockade yang disusun dari keranjang-keranjang barang dagangan mereka.

Amatan BERITAKINI.CO, hingga saat ini, Minggu malam (23/5/2021), aksi menolak relokasi tersebut masih berlangsung. 

Petugas dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja PP Banda Aceh di-back up kepolisian telah berada di lokasi sekira pukul 23.30 WIB tadi.

Mereka langsung disambut dengan dengan orasi-orasi dari para demonstran. 

Terlihat petugas masih membangun negosiasi dengan para pengunjuk rasa.

Petugas membangun negosiasi dengan pedagang agar tak menghalangi penutupan akses ke pasar tersebut malam ini

Sementara dari informasi yang diperoleh, adapun syarat yang diajukan para pedagang tersebut di antaranya, Wali Kota Banda Aceh harus menemui pengurus Ikatan Pedagang Pasar Sayur dan Buah Peunayong tanpa diwakilkan.

Mereka juga meminta agar Pemerintah Kota menunjukkan dasar hukum terkait penutupan dan alih fungsi Pasar Kartini.

Sementara Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Said Fauzan usai mengikuti rapat terkait proses pemindahan pedagang ke Pasar Al Mahirah, Minggu (23/5/2021), menjelaskan, pemindahan atau relokasi Pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin adalah hasil keputusan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh dan juga hasil kesepakatan dengan pedagang.

"Sesuai dengan kesepakatan bersama pedagang, proses relokasi telah ditetapkan secara bersama pada tanggal 24 Mei 2021, tanggal tersebut sudah menjadi keputusan bersama semua pedagang pindah ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin," sebutnya.

Said Fauzan mengatakan pemindahan para pedagang untuk menempati kembali Pasar Al-Mahirah yang telah disempurnakan fasilitasnya tersebut walau sebelumnya pedagang masih diberikan kesempatan berjualan di Peunayong.

"Memang sebelumnya Pemerintah Kota mengeluarkan kebijakan para pedagang boleh berjualan di Pasar Peunayong dikarenakan sedang ada perbaikan sarana prasarana di Pasar Al-Mahirah dan menyongsong Idul Fitri," katanya.

Kabag Prokopim juga menyebutkan bahwa relokasi Pasar Peunayong merupakan program pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan, dan telah direncanakan sejak lama.

"Relokasi ini memang sudah direncanakan sejak awal, nanti kawasan Peunayong akan dijadikan kawasan pusat kuliner sebagai penunjang destinasi wisata dan ini akan menjadi pusat perekonomian baru," ungkapnya. 

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...