Mengenal Virus Corona Varian Afrika Selatan, Seberapa Berbahaya?

Mengenal Virus Corona Varian Afrika Selatan, Seberapa Berbahaya?

BERITAKINI.CO, | Varian baru virus corona yang beredar di Afrika Selatan kini muncul di sejumlah negara lain.

Inggris telah mengidentifikasi 77 kasus varian ini yang berhubungan dengan perjalanan. Para pakar sedang meneliti seberapa bahaya varian ini.

Apa itu varian Afrika Selatan?

Semua virus, termasuk virus corona yang menyebabkan Covid-19, bermutasi.

Perubahan genetik super kecil ini terjadi saat virus berkembang biak atau memperbanyak diri untuk menyebar dan berkembang.

Kebanyakan virus hasil mutasi tak berkaitan, dan beberapa bisa berbahaya bagi pertahanan virus, tapi beberapa yang lain bisa lebih menular dan berbahaya bagi inang atau manusia di mana virus berkembang.

Saat ini ada ribuan versi berbeda atau varian, peredaran virus pandemi. Tapi perhatian para ahli fokus pada sejumlah kecil varian. Salah satunya varian Afrika Selatan yang disebut 501.V2.

Apakah varian Afrika Selatan lebih berbahaya?

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (28/1), tak ada bukti varian baru ini menyebabkan penyakit yang lebih parah pada mayoritas luas orang-orang yang terinfeksi.

Seperti versi aslinya, varian ini berisiko tinggi bagi lansia atau orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Tapi ada kekhawatiran varian ini bisa menyebar lebih mudah dan vaksin bisa jadi tak ampuh melawannya.

Apa kata para pakar?

Varian Afrika Selatan membawa sebuah mutasi yang disebut E484K, di antara yang lain.

Varian ini berbeda dengan varian lain yang ditemukan baru-baru ini yang para ahli teliti di Inggris.

Kedua varian, Afrika Selatan dan "Kent" Inggris, nampaknya lebih menular. Karena itu pembatasan lebih ketat di tengah masyarakat diperlukan untuk mengendalikan penyebarannya.

Para ilmuwan mengatakan, sementara perubahan dalam varian baru Inggris tidak mungkin merusak keefektifan vaksin saat ini, ada kemungkinan varian di Afrika Selatan tak bisa merusakmya sampai batas tertentu.

Terlalu dini untuk menyimpulkan, sampai dilakukan lebih banyak pengujian, meskipun sangat tidak mungkin mutasi akan membuat vaksin tidak berguna.

Para ilmuwan telah menguji vaksin Pfizer terhadap varian Afrika Selatan, disebut N501Y, menggunakan sampel darah dari 20 orang.

Dalam penelitian awal, vaksinasi nampaknya bisa ampuh melawan mutasi virus itu.

Namun demikian, diperlukan penelitian lebih banyak, karena N501Y bukan satu-satunya perubahan yang dialami varian Afrika Selatan.

"Varian Afrika Selatan memiliki sejumlah mutasi tambahan termasuk perubahan pada beberapa mahkota protein virus yang mengkhawatirkan," jelas ahli mikrobiologi sel Universitas Reading, Dr Simon Clarke.

Mahkota protein inilah yang digunakan virus corona untuk masuk ke dalam sel manusia. Ini juga bagian kecil dari vaksin yang dirancang, itulah sebabnya para ahli khawatir tentang mutasi khusus ini.

"Mutasi E484K telah terbukti mengurangi pengenalan antibodi. Dengan demikian, ini membantu virus SARS-CoV-2 untuk melewati perlindungan kekebalan yang diberikan oleh infeksi atau vaksinasi sebelumnya," jelas Prof Francois Balloux, dari Universitas College London.

Hasil awal dari Moderna menunjukkan vaksinnya masih efektif melawan varian Afrika Selatan, meskipun respons imunnya mungkin tidak begitu kuat atau bertahan lama.

Bahkan, kata para ahli, dalam skenario kasus terburuk, vaksin dapat didesain ulang dan disesuaikan agar lebih cocok dalam hitungan minggu atau bulan, jika perlu.

Berapa jauh varian ini menyebar?

Ini sudah menjadi varian virus yang dominan di Provinsi Cape Timur dan Barat Afrika Selatan.

Sedikitnya 20 negara lain termasuk Austria, Norwegia dan Jepang, telah menemukan kasus varian ini.

Di Inggris, para ilmuwan dan otoritas kesehatan masyarakat sedang meneliti varian ini dan akan segera mengumumkan temuannya. 

Rubrik

Komentar

Loading...