Mengenal Signal, Aplikasi Chat Pesaing WhatsApp yang Kini Mulai Digandrungi Karena Dinilai Lebih Aman

Mengenal Signal, Aplikasi Chat Pesaing WhatsApp yang Kini Mulai Digandrungi Karena Dinilai Lebih Aman

BERITAKINI.CO, | Ini adalah pekan yang menguntungkan bagi aplikasi pesan Signal. Ia mendapat dukungan dari orang terkaya sedunia, Elon Musk, dan mengalami peningkatan unduhan lebih dari 38 persen, setelah WhatsApp merilis kebijakan baru yang memaksa pengguna serahkan data ke Facebook.

Signal dan WhatsApp memiliki sejumlah kesamaan. Pertama, ia sama-sama aplikasi pesan instan. Kedua, Signal dibuat oleh Brian Acton yang tak lain juga pendiri WhatsApp.

Acton keluar dari WhatsApp karena konflik dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang menginginkan upaya monetize di aplikasi WhatsApp.

Facebook mengakuisisi WhatsApp pada Februari 2014 dengan nilai hampir 22 miliar dolar AS. Aksi ini membuat para pendiri WhatsApp menjadi miliarder. WhatsApp sendiri didirikan oleh Acton dan Jan Koum pada Februari 2009.

Acton keluar dari Facebook empat tahun kemudian pada September 2017, karena hubungannya dengan Zuckerberg semakin tegang. Majalah Forbes melaporkan, Zuckerberg menginginkan monetize WhatsApp dengan iklan yang ditargetkan dan pesan komersial.

Sepuluh bulan setelah ia pergi dari Facebook, perusahaan itu diterpa skandal Cambridge Analytica, di mana data Facebook disalahgunakan untuk mengubah persepsi politik publik AS guna mendukung Donald Trump.

Kala itu, Acton membuat posting di Twitter yang mengajak pengguna untuk menghapus aplikasi atau layanan Facebook. "Sudah waktunya. #deletefacebook."

Acton dikenal sebagai orang yang mendorong WhatsApp agar menjadi aplikasi pesan "tanpa iklan, tanpa game, tanpa gimmick." Semangat itu juga ia bawa ketika menciptakan Signal pada Januari 2018 bersama Moxie Marlinspike dari Open Whisper Systems. Operasional aplikasi ini sepenuhnya ditopang oleh dana hibah dan donasi, yang diharapkan bisa membuatnya terus independen menyediakan critical service.

Hingga hari ini, Signal dianggap sebagai standar emas privasi. Ia banyak dipakai oleh para jurnalis dan whistleblower. Whistleblower Edward Snowden, adalah loyalis dan pengguna aktif Signal.

Popularitas Signal terus melonjak setelah mendapatkan dukungan dari Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, serta bos media sosial mikro-blogging Twitter, Jack Dorsey.

seluler untuk registrasi akun. Ia bisa dipakai di smartphone dan komputer untuk kirim pesan teks, video, audio, dan gambar, yang diamankan dengan enkripsi end-to-end. Pengguna juga bisa menelepon atau melakukan video call secara personal atau grup.

Aplikasi memiliki beberapa fitur keamanan tambahan, seperti self-destructing messages (pesan yang terhapus otomatis), screen security (membuat pengguna tidak dapat mengambil screenshot), dan lain sebagainya. Signal juga memiliki tampilan antarmuka yang sederhana.

Rubrik
Sumber
kumparan

Komentar

Loading...