Mengenal Revolusi Jaringan 5G

Mengenal Revolusi Jaringan 5G
Ilustrasi 5G. (iStockphoto/Dilok Klaisataporn)

BERITAKINI.CO |  Jaringan 5G merupakan generasi kelima dari revolusi kemajuan teknologi komunikasi ponsel atau smartphone. Teknologi terbaru itu tidak terlepas dari perhatian publik yang dinilai cukup antusias dalam kehadirannya.

Konektivitas 5G dapat mendukung sejumlah peningkatan media seperti kemampuannya dalam mengunduh file video High Devinition (HD) dalam waktu kurang dari satu menit. Namun berfokus pada kecepatan saja akan melupakan manfaat penting lainnya.

Peluncuran teknologi 5G juga akan membutuhkan adopsi sistem Fixed-Wireless Access (FWA). Sistem tersebut masuk dalam kategori broadband. Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan internet rumah tanpa menggunakan kabel fiber optik atau tembaga.

FWA ini merupakan teknologi nirkabel yang dibantu menggunakan beberapa perangkat, untuk terhubung dengan stasiun jaringan terdekat dan memberikan kecepatan yang serupa dengan jaringan jalur kabel.

Untuk membangun infrastruktur terbaru setiap hampir sepuluh tahun sekali, terdapat biaya lisensi yang harus dibayar untuk pita spektrum pada frekuensi radio, pembangunan infrastruktur jaringan baru serta peningkatan biaya untuk manajemen integrasi teknologi baru dengan infrastruktur yang ada.

Mengutip The Conversation, melakukan manajemen integrasi teknologi dinilai perlu untuk menjaga semua generasi jaringan tetap beroperasi. Seperti beberapa operator di Inggris, masih terus mendukung jaringan 2G hingga 4G sambil bersiap meluncurkan 5G.

Meski terbilang rumit pada pengembangannya, bagi penyedia jasa telekomunikasi memiliki beberapa manfaat. Frekuensi yang lebih tinggi dan penggunaan teknologi antena MIMO akan memungkinkan jangkauan yang lebih baik serta kapasitas cakupan yang lebih besar.

Hal ini akan berpengaruh terhadap pengalaman pengguna yang diklaim lebih konsisten ketika menggunakan jaringan, meskipun pada lokasi area padat penduduk yang memiliki permintaan penggunaan yang tinggi.

Teknologi yang didukung oleh 5G juga akan memungkinkan operator menawarkan jenis layanan yang berbeda dengan cara yang lebih baik dan lebih terkelola, tanpa menghilangkan jaringan yang terdahulu.

Ini membuktikan masa depan infrastruktur berorientasi layanan dapat berkembang, dengan tidak menonaktifkan jaringan yang terdahulu.

Biaya penggunaan data pada layanan jaringan 5G dinilai tidak akan banyak berubah dari harga yang saat ini dibayarkan oleh pelanggan, pada layanan 4G.
Hal ini diprediksi saat melakukan pengembangan jaringan 5G di India, yang tengah dikembangkan salah satunya oleh perusahaan telekomunikasi, Nokia.

Kepala Teknis Nokia India, Randeep Raina mengatakan kedua sisi layanan nirkabel perangkat dan jaringan dinilai dapat menguntungkan konsumen. Di negara tersebut memiliki ekosistem perangkat yang terjangkau dan ketersediaan spektrum yang sesuai.

Hal ini berdampak pada efisiensi layanan 5G yang mengarah pada konsumsi data yang lebih tinggi dengan biaya yang relatif terjangkau.

"Saya tidak berpikir biaya (konsumsi data) akan naik dengan diperkenalkannya teknologi baru. Ditambah lagi, ekosistem perangkatnya bagus, saya tidak melihat itu menjadi hambatan karena peluncuran 5G, "kata Raina seperti dikutip Livemint.

Adopsi jaringan 5G lebih berfokus pada efisiensi teknologi yang digunakan, bukan berapa banyak biaya yang harus dibayar pelanggan.

Tren di pasar global menunjukkan bahwa biaya 5G telah berada pada level yang diklaim setara dengan tarif 4G, atau dalam beberapa kasus, telah ditawarkan dengan premi tambahan tergantung pada strategi tiap operator dan mitra grosir mereka.

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia.com

Komentar

Loading...