Menengok Iza Mahendra, Remaja Bener Meriah yang Putus Sekolah karena Penyakit ‘Aneh’

Menengok Iza Mahendra, Remaja Bener Meriah yang Putus Sekolah karena Penyakit ‘Aneh’
Iza Mahendra dan ibunya Maryani

BERITAKINI.CO, Redelong | Iza Mahendra sudah berusia 16 tahun: masa yang seharusnya penuh dengan keceriaan. Tapi Iza berbeda dengan remaja pada umumnya.

Sehari-hari, Iza hanya berdiam di rumah sambil menahan rasa sakit yang timbul dari penyakit "aneh" yang dideritanya. Itu sudah berlangsung menahun.

Seluruh badannya terlihat seperti mengalami bekas terbakar: merah dan terkelupas.

Kamis (22/10/2020), BERITAKINI.CO mampir ke kediamannya, sebuah rumah sangat sederhana di Kampung Tetanyung, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Iza terlihat sedang duduk dengan tatapan kosong.

“Kalau berjalan pelan-pelan bisa, tapi harus dipegang,” ujar Maryani (43), ibu Iza Mahendra.

Diceritakan, Hendra mulai sakit-sakitan ketika berumur 13 tahun atau saat masih di bangku kelas 2 SMP.

“Pertama kali dia sakit sewaktu selesai upacara hari Senin di sekolah, sesampai di rumah kakinya sudah mulai gatal-gatal, kepalanya pusing,” kata Maryani.

Kian hari, penyakit itu semakin parah. Kini seluruh tubuhnya terasa sakit sejalan dengan postur tubuhnya yang terus ringkih.

“Ketika cuaca dingin, gatal di badanya mulai terasa. Kalau badannya sudah sakit, saya hanya memberi obat antibiotik yang diberikan bidan desa atau obat dari apotik,” ungkap Maryani.

Untuk kesembuhan anaknya, Maryani sempat membawa Hendra ke RSUD Muyang Kute untuk dirawat inap, tapi tidak ada perubahan.

“Dokter pernah menyebut kalau anak saya penyakit jantung, lantas disuruh antar ke Medan, Sumatera utara, tapi saya tidak punya uang, apalagi dengan kondisi saya sekarang ini,” ujarnya.

Alhasil, Maryani pun hanya merawat anaknya di kediaman mereka yang berukuran 5 x 8 merter dan berkontruksi kayu itu.

Rumah keluarga Iza Mahendra di Kampung Tetanyung, Kecamatan Bukit, Bener Meriah

Di dalam rumah hanya terdapat satu kamar dan ruangan dapur.

Jika sudah malam, ibu dan ayahnya terpaksa tidur di dapur.

Soal bantuan tidak usah ditanya. Semenjak Hendra sakit, tidak pernah ada bantuan dari pemerintah setempat.

Hendra sendiri adalah anak satu-satunya dari Maryani dengan suami pertamanya.

Untuk kesembuhan Hendra, ia kini berjuang bersama suami keduanya.

“Saya sudah lama pisah dengan bapaknya, sampai sekarang ayahnya tidak pernah menafkahi anaknya. Sekarang saya sudah menikah lagi,” katanya.

Maryani mengatakan masih terus berusahan untuk menyembuhkan Iza Mahendra, di antaranya dengan membawa ke dukun kampung untuk berobat.

Sedangkan Hendra masih menyimpan asa untuk bisa bersekolah lagi.

Alumni SMP 4 Bukit Bener Meriah ini berharap bisa sehat dan kembali untuk bersekolah layaknya teman-teman sebayanya.

“Tapi kaki saya sakit, tidak bisa lama berdiri. Saya ingin sekolah lagi seperti teman-teman yang lain, seharusnya saya sudah duduk di bangku SMK, kata ibu saya orang yang pintar,” ujar Iza Mahendra singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bener Meriah Almanar saat dihubungi BERITAKINI.CO mengatakan pihaknya akan mendatangi kediaman Maryani.

“Kami akan memberi bantuan kepada yang bersangkutan, setidaknya kita akan beri kursi roda,” katanya singkat.

Rubrik

Komentar

Loading...