Mendaftar Sejak Masih SD, Impian Gadis 20 Tahun Asal Abdya ini untuk Naik Haji Akhirnya Terwujud

Mendaftar Sejak Masih SD, Impian Gadis 20 Tahun Asal Abdya ini untuk Naik Haji Akhirnya Terwujud

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sarah Arsila Arafah benar-benar merasa terharu ketika mendapat kabar itu. Sebuah impian yang sudah lama dinanti, akhirnya terkabul.

Gadis asal Abdya yang masih menjalani studi di Jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, itu akan menjadi salah satu tamu Allah dalam musim haji kali ini.

“Suatu hari, Kakenmenag Abdya menyampaikan bahwa kami sekeluarga mendapat seat untuk berangkat haji. Alhamdulillah, gembiranya karena doa ini terkabul,” kata putri dari pasangan M Zein-Maiyuris Surizar pada BERITAKINI.CO usai acara silaturrahmi dan tepung tawar para Jemaah Calon Haji (JCH) asal Abdya yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Masyarakat Abdya (Ikamabdya) di Banda Aceh, kemarin.

Sarah merupakan salah satu dari 81 JCH Abdya yang akan menunaikan rukun Islam ke-5 di Tanah Suci tahun ini. Dari jumlah itu, ia juga yang termuda. Usainya baru 20 tahun.

“Karena itu saya sangat bersyukur mendapat kesempatan emas ini,” katanya.

Sarah menceritakan, ia sesungguhnya telah mendaftar sebagai JCH sejak usia 11 tahun. Saat itu, Sarah masih duduk di bangku kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Kedua orang tuanya rutin menyisihkan pendapatan dan menyetorkan ke tabungan haji agar mereka sekeluarga bisa berangkat bersama.

Jauh sebelum itu, ia memang telah rutin mengikuti latihan rukun haji dan manasik haji.

“Meskipun waktu itu saya belum menjadi calon jamaah haji tetapi saya ikut saja latihan bersama calon haji yang akan berangkat,” katanya.

Setelah penantian panjang, Sarah dan keluarga pun akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji.

“Sungguh bahagia dapat berangkat bersama kedua orang tua dan kakak saya. Sungguh enggak menyangka dapat menunaikan perintah Allah dalam usia muda, sementara kita mendengar masih banyak saudara-saudara kita bahkan sudah berusia lanjut belum dapat kesempatan untuk berangkat menunaikan ibadah haji, dan saya sangat bersyukur kepada Allah,” katanya haru.

Bagi Sarah, haji adalah ibadah komplet karena melibatkan fisik, batin, dan materi. Ibadah haji mengandung banyak esensi yang dapat diraih dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Esensi tersebut terkandung dalam setiap ibadah yang dilakukan selama berada di Tanah Suci.

Rubrik

Komentar

Loading...