Melirik Omzet Menjanjikan Pengusaha Pidie di Bisnis Jamur Tiram

Melirik Omzet Menjanjikan Pengusaha Pidie di Bisnis Jamur Tiram
Muhammad Erwin

BERITAKINI.CO, Sigli | Pandemi Covid-19 tak melulu menjadi kendala untuk berusaha. Ada banyak jenis usaha yang tetap bisa dijalankan, dan tentu dengan prospek yang menggiurkan. Salah satunya adalah bisnis budidaya jamur tiram.

Muhammad Erwin (27) warga Teupin Raya, Kabupaten Pidie telah mengembangkannya.

Memanfaatkan ruangan di kolong ruko, Erwin menyediakan 1.000 baglog (media tumbuh jamur) yang ia pesan dari toko online.

Baglog tersebut antara lain bersisi serbuk gergaji, bekutul, dedak, dan kapur dolmil.

"Budaya jamur ini pertamanya untuk memanfaatkan ruang bawah saja, namun semakin ke sini, saya tertarik dan rencananya akan menambah ribuan baglog," kata Muhammad Erwin kepada BERITAKINI.CO, Senin (24/8/2020).

Karena tidak memiliki disiplin ilmu budidaya jamur tiram, Erwin mengaku memanfaatkan tutorial dari Youtube.

Mulai dari proses penyiapan tempat yang lembab, penempatan baglog, perawatan hingga proses penen yang benar sehingga tidak merusak media dasar.

"Perawatannya gampang, kita cuma rutin menyiram dengan hand sprayer dan diusahakan ruangan tersebut tetap lembab," ujarnya.

Kini dari jejeran baglog yang ada, dalam satu hari Erwin bisa memanen 15-20 kilogram jamur segar dan diperkirakan akan terus bertambah. Satu kilogramnya, ia jual Rp 40 ribu.

Karena persediaan barang terbatas, pemasaran masih dilakukan untuk masyarakat sekitar dan belum merambah pada toko-toko di Pidie.

"INi saja tidak cukup barang, bahkan ada orang yang pesan harus antri dulu," ucapnya.

Karena prospek budidaya jamur tiram dianggap menjanjikan, ia berencana memperbesar jumlah produksi dengan menambah area tanam.

Rubrik

Komentar

Loading...