Melirik Kepala Daerah Paling Tajir di Aceh

Melirik Kepala Daerah Paling Tajir di Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sebagai provinsi, Aceh memiliki 23 kepala daerah tingkat II dan satu gubernur.

Kesemua mereka, yang merupakan penyelenggara negara, itu sesungguhnya diwajibkan untuk melaporkan harta kekayaan.

Namun masih terdapat beberapa kepala daerah yang diketahui belum sepenuhnya menaati kewajiban tersebut.

Setidaknya, berdasarkan penelusuran di laman elhkpn.kpk.go.id, hanya sembilan di antaranya yang berhasil ditemukan dengan mudah atau yang telah melaporkan harta kekayaannya pada 2018.

Mereka terdiri dari dua wali kota dan tujuh bupati.

Baca: Kekayaan Dua Pimpinan Sementara DPRA

Lantas, siapa yang paling tajir di antara para kepala daerah itu.

1.Bupati Bireuen Saifannur.

Dia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2018 senilai total Rp 96,52 miliar lebih.

Berdasarkan penelusuran di LHKPN, Saifannur memiliki aset berlimpah. Dia memiliki sembilan bidang tanah dan bangunan senilai total Rp 92 miliar lebih.

Saifannur juga memiliki tujuh kendaraan bermotor baik roda empat dan roda dua senilai Rp 2,63 miliar serta harta bergerak lainnya senilai Rp 1,77 miliar.

Dia juga memiliki kas dan setara kas Rp 80,7 juta.

2. Bupati Aceh Tenggara

Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim juga tergolong sosok kepala daerah yang memiliki harta cukup berlimpah.

Total dia memiliki harta kekayaan senilai Rp 12,9 miliar berdasarkan LHKPN 2018.

Terdiri dari 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 12,3 miliar, alat trasportasi Rp 250 juta, harta bergerak lainnya Rp 94 juta, dan kas atau setara kas Rp 208,7 juta.

3. Bupati Gayo Lues

Bupati Gayo Lues melaporkan harta kekayaannya pada 2018 lalu senilai total Rp 7,47 miliar lebih.

Terdiri dari 12 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 5,54 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 267 juta, harta bergerak lainnya Rp 512,5 juta, dan kas atau setara kas Rp 1,15 miliar.

4. Bupati Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali memiliki total harta kekayaan Rp 6,13 miliar, teridiri dari 10 bidang tanah dan bagunan senilai Rp 5,27 miliar, kendaraan bermotor Rp 313 juta, harta bergerak lainnya Rp 261,4 juta, kas atau setara kas Rp 291,1 juta.

5. Bupati Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya Irfan TB melaporkan harta kekayaannya pada 2018 senilai total Rp 6,12 miliar.

Terdiri dari 31 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 2,83 miliar, enam kendaran bermotor Rp 628 juta, harta bergerak lainnya Rp 609 juta, dan kas atau setara kas Rp 2 miliar lebih.

6. Wali Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Aminullah melaporkan harta kekayaannya senilai total Rp 5,42 miliar, terdiri dari lima bidang tanah dan bangunan Rp 3 miliar lebih, enam kendaraan bermotor senilai Rp 1,97 miliar, harta bergerak lainnya Rp 210 juta, dan kas atau setara kas Rp 634,7 juta.

Aminullah juga memiliki harta berupa surat berharga senilai Rp 16,7 juta dan hutang Rp 491,7 juta.

7. Bupati Aceh Utara

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib melaporkan harta kekayaan pada 2018 senilai Rp 3,7 miliar lebih terdiri dari empat bidang tanah dan bangunan senilai Rp 164,8 juta, kendaraan bermotor Rp 20 juta, kas dan setara kas Rp 3,19 miliar dan hutan Rp 69 juta.

8. Wali Kota Lhokseumawe

Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya melaporkan harta kekayaannya total Rp 3,18 miliar terdiri 24 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 2,14 miliar, kendaraan bermotor Rp 518 juta, harta bergerak lainnya Rp 370 juta, dan kas atau setara kas Rp 151,4 juta.

9. Bupati Pidie

Bupati Pidie Roni Ahmad melaporkan harta kekayaannya pada 2018 lalu senilai Rp 1,73 miliar, terdiri dari lima bidang tanah dan bangunan senilai Rp 1,7 miliar, kendaraan bermotor Rp 18 juta, harta bergerak Rp 15,8 juta, dan kas atau setara kas Rp 5,7 juta.

Rubrik

Komentar

Loading...