Melirik Gurihnya Bisnis Nasi 5 Ribu di Banda Aceh: Modal Minim, Untung Maksimum

Melirik Gurihnya Bisnis Nasi 5 Ribu di Banda Aceh: Modal Minim, Untung Maksimum

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sarapan atau makan pagi telah menjadi kebutuhan banyak orang saban hari. Sebelum bekerja, atau ke sekolah, lazimnya diawali dengan sarapan.

Bukan cuma sekadar untuk mencegah lapar, sarapan pagi juga bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan tentunya mengisi energi. 

Nah, aktivitas sarapan yang telah menjadi rutinitas banyak orang ini ternyata juga telah membuatnya menjadi sebuah peluang usaha dan tentunya sangat menjanjikan. Untungnya cukup menggiurkan.

Caranya dengan menyediakan menu-menu sarapan yang variatif dan menyesuaikan dengan kebiasaan. Seperti yang dilakoni Ami (50) pedagang nasi bungkus di kawasan Seutui, Banda Aceh. Ia menjual nasi Rp 5 ribu dengan aneka lauk pauk.

“Ibu ada buat berbagai menu, di antaranya ada ayam semur, keumamah (ikan kayu), telur, dan ikan sambalado,” katanya saat bincang-bincang dengan BERITAKINI.CO, Selasa (22/09/21).

Setiap hari, Ani bisa menjual 315 bungkus. Itu dia sebarnya di beberapa titik di Kota Banda Aceh, seperti kawasan Batoh, Neusu, dan Seutui.

Wanita asli Banda Aceh tersebut mengatakan tak banyak modal yang dibutuhkan untuk menjalani bisnis tersebut. Biaya produksi rata-rata hanya Rp 600 ribu. 

“Setiap hari ibu belanja beras 15 kg Rp 165 ribu, ayam 3 ekor Rp 150 ribu, ikan Rp 100 ribu, telur 1 papan Rp 40 ribu. Dan untuk bahan lainnya seperti cabai, bawang, tomat, plastik, pembungkus nasi Rp 150 ribu,” jelasnya.

Tapi untung yang dihasilkan pun cukup fantastis. Laba kotornya berkisar Rp 19 juta per bulannya.

“Jualan seperti ini cukup mudah karena tidak sewa lapak, porsi nasi yang kami jualpun tidak terlalu banyak tapi cukup untuk sarapan pagi. Karena biasanya masyarakat tidak makan banyak di pagi hari, yang membelipun lebih  banyak anak sekolah dan orang kantoran,” katanya.

Beda halnya sebelum pandemi, pedagang bisa menjual 600 bungkus nasi setiap harinya.

“Dulu sebelum adanya Covid, pendapatan bisa sampai Rp 2,5 juta per harinya, tetapi sekarang berkisar Rp 1,2 juta per hari,” ujarnya. | Shopie/Mahda

Rubrik

Komentar

Loading...