May Day, Buruh Aceh Demo Tolak Omnibus Law di Simpang Lima

May Day, Buruh Aceh Demo Tolak Omnibus Law di Simpang Lima

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Sabtu (1/5/2021).

Dalam aksi itu, mereka menyatakan menolak UU Omnibuslaw dan mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merevisi Qanun Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Ketenagakerjaan.

Sekretaris DPW FSPMI Provinsi Aceh Edy Jaswar dalam orasinya mengatakan, hingga saat ini seluruh buruh Indonesia masih menolak UU Omnibuslaw, karena undang-undang itu dinilai hanya membuat sengsara yang berlebihan bagi pekerja buruh.

“Tidak ada kepastian kerja, tidak ada jaminan sosial, dan tidak ada jaminan upah di dalamnya, ini akan membuat kesejahteraan buruh terancam,” katanya.

Menurut Edy, selain memperingati May Day, aksi itu dilakukan juga untuk memperjuangkan seluruh aspirasi buruh yang berada di seluruh indonesia dan terkhususnya buruh di Aceh.

"Di sini kita memperjuangkan hak-hak pekerja buruh, memperjuangkan kepastian upah sebagai pendapatan untuk kehidupan dan pembayaran upah yang layak, baik itu provinsi maupun sektoral," katanya.

Sementara itu terkait dengan Qanun Nomor 7 Tahun 2014 Edy berharap Pemerintah Aceh segera mengeluarkan peraturan gubernur turunan qanun tersebut sehingga dapat diaplikasikan oleh masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Rubrik

Komentar

Loading...