Mawardi Ismail: Eksekutif-Legislatif Aceh Harus Tiru Amerika-Soviet Saat Perang Dunia II

Mawardi Ismail: Eksekutif-Legislatif Aceh Harus Tiru Amerika-Soviet Saat Perang Dunia II

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Eksekutif-legislatif Aceh diminta bisa meniru relasi Amerika-Uni Soviet pada era perang dunia kedua.

Di mana dua negara yang tak pernah sepaham soal idiologi dan kerap berseteru itu, bersatu ketika mendapati satu ancaman yang lebih besar yakni Nazi.

“Sedangkan saat ini, sudah nyata bahwa ancaman terbesar itu adalah pandemi Covid-19. Karena itu, sebaiknya ditunda dulu perangnya, fokus dulu memerangi Covid-19 agar semua rakyat selamat,” kata Pakar Hukum Mawardi Ismail saat dimintai pendapatnya soal relasi eksekutif-legislatif Aceh, Jumat (2/10/2020).

Mawardi mengatakan, DPRA memang memiliki hak untuk menyatakan pendapat terkait kebijakan-kebijakan Pemerintah Aceh, karena itu memang hak melekat sesuai konstitusi.

“Namun karena kita sedang berperang melawan pandemi Covid-19, penggunaan hak mengajukan pendapat tersebut tidak tepat, dan harus bijak dalam menggunakan hak tersebut,” katanya.

Dia juga mengumpamakan pertengkaran yang terjadi dalam satu rumah tangga.

“Ketika sedang menghadapi bahaya yang lebih besar yang datangnya dari luar yang akan menyerang rumah tangga tersebut, sebaiknya pertengkaran dalam rumah tangga berhenti dulu,  curahkan semua pikiran dan potensi untuk menghadapi serangan dari luar,” katanya.

Seperti diketahui, kalangan DPRA telah menggulirkan rencana penggunaan hak menyatakan pendapat terhadap Plt gubernur Aceh Nova Iriansyah.

DPRA sebelumnya menilai banyak kebijakan Pemerintah Aceh yang tak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal itu telah termaktub dalam materi interpelasi DPRA yang juga telah dijawab Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Namun kalangan DPRA tak puas dan menyatakan menolak seluruh jawaban tersebut. 

Rubrik

Komentar

Loading...