MaTA Temukan Dugaan Penyimpangan Anggaran PDAM Tirta Daroy

MaTA Temukan Dugaan Penyimpangan Anggaran PDAM Tirta Daroy

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta BPK RI melakukan audit investigasi secara menyeluruh terhadap PDAM Tirta Daroy, Banda Aceh. Hal ini menyusul adanya dugaan penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Permintaan tersebut secara resmi sudah kami sampaikan melalui surat kepada BPK RI Perwakilan Aceh, kemarin,” kata Koordinator MaTA, Alfian, Selasa (5/3/2019).

Alfian menjelaskan total potensi penyimpangan yang ditemukan berdasarkan hasil investigasi mencapai Rp 638 juta.

Di antaranya berasal dari  dugaan penggelapan biaya pemasangan sambungan baru yang bersumber dari anggaran PDAM tahun 2016 senilai Rp 108,6 juta,  

Kata Alfian, besaran potensi kerugian negara itu dihitung berdasarkan penggunaan material oleh oknum di lingkungan PDAM Tirta Daroy untuk pemasangan sambungan baru kepada calon pelanggan di Kota Banda Aceh.

Selanjut, kata Alfian, ada dugaan pengutipan biaya material atas pemasangan sambungan baru kepada 265 calon pelanggan baru yang mencapai Rp 530 juta.

“Besaran jumlah ini didapat MaTA dari pungutan yang dilakukan oleh oknum di lingkungan PDAM di mana tiap pelanggan dikutip Rp 2 juta,” ungkapnya.

Atas dasar temuan-temuan tersebut, kata Alfian, MaTA meminta BPK RI melakukan audit investigasi secara menyeluruh pengeloaan PDAM Kota Banda Aceh.

Hasil audit ini nantinya dapat menjadi bahan dalam rangka pembenahan tata kelola PDAM ke depan, untuk menertipkan adminitrasi secara tegas terhadap yang terlibat dan penegakan hukum apa bila unsur pidananya ada.

“Tata kelola PDAM yang lebih baik menjadi harapan semua warga Kota Banda Aceh saat ini. Bagi warga Kota Banda Aceh, ketergantungan air besih melalui jalur PDAM sangat besar dan apabila dikelola dengan mental korup juga dapat berimplikasi terhadap warga yang membutuhkan air bersih saat ini,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...