Maskapai Diminta Hentikan Penerbangan Saat Hari Raya, Ini Kata GM Angkasa Pura II

Maskapai Diminta Hentikan Penerbangan Saat Hari Raya, Ini Kata GM Angkasa Pura II

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Executive GM PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda Yos Suwagiyono mengatakan, pihaknya masih akan mengkaji lebih dulu regulasi yang mengatur dunia penerbangan sipil serta keterkaitan dengan airline, airmap dan dunia luar, sebelum menyikapi permintaan Pemkab Aceh Besar yang menghimbau agar Angkasa Pura II menghentikan aktivitas penerbangan saat pelaksanaan hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha.

“Ini yang mesti kita bahas dulu, kita baru menerima suratnya” kata Yos Suwagiyono saat dkonfirmasi BERITAKINI.CO, Jumat (26/7/2019).

Secara operasional, pada saat lebaran khususnya Idul Adha nanti, hanya dua maskapai yang dijadwalkan akan landing di Bandara Sultan Iskanda Muda (SIM). “AirAsia dari Kuala Lumpur sampai di sini pukul 08.00 WIB, dan Citylink sampai di sini pukul 09.00 WIB. Itu saja sih yang terkendala, yang lainnya tidak ada,” katanya.

Angkasa Pura II, kata Yos, akan segera menjawab surat dari Bupati Aceh Besar tersebut. “Saya juga lagi koordinasi untuk ketemu langsung dengan pak bupati,” katanya.

Kajian ini penting, kata Yos, agar nantinya tidak menimbulkan dampak, terutama terhadap penumpang dan masyarakat lebih luas. 

“Kalau memang itu harus dilaksanakan, kita harus mengkaji untuk mengurangi eksesnya,” katanya

Misal, kata Yos, pemberlakuan itu tidak harus sampai pukul 12.00 WIB. “Kalau para karyawan harus salat Ied, paling hanya memakan waktu dua jam. Biasanya pukul 09.00 WIB sudah selesai,” katanya.

Baca: Pemkab Aceh Besar Minta Maskapai Hentikan Penerbangan Saat Hari Raya

Sebelumnya, Pemkab Aceh Besar meminta PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk menghentikan aktivitas penerbangan saat pelaksanaan hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali telah menyurati General Manager PT Angkasa Pura II untuk menyampaikan hal itu. Dalam Surat Nomor 451/2019 tertanggal 24 Juli 2019, itu Mawardi mengatakan bahwa himbauan itu sebagai bentuk mewujudkan pelaksanaan Syariat Islam dalam segala bidang demi terciptanya lingkungan yang islami di Aceh Besar.

Rubrik

Komentar

Loading...