Masih Tetap Ingin Pilkada Dilangsungkan 2022, DPRA Gelar Rapat Koordinasi Lagi

Masih Tetap Ingin Pilkada Dilangsungkan 2022, DPRA Gelar Rapat Koordinasi Lagi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) masih bersikukuh pelaksanaan Pilkada serentak di Aceh dilangsungkan pada 2022 mendatang.

Kendati sikap ini tak sejalan dengan rencana pemerintah yang akan menggelar pilkada serentak secara nasional pada 2024, sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada.

Hari ini, DPRA pun mengumpulkan partai politik, baik lokal maupun nasional, serta Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk berkoordinasi serta mengambil sikap bersama dan menegaskan kembali rencana Pilkada 2022 tersebut.

"Dua bulan terakhir banyak polemik terkait pelaksanaan pilkada serentak, namun sudah berakhir setelah pemerintah menarik draf revisi Undang-Undang Pemilu dari DPR," kata Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin.

Jadi, kata Dahlan, secara nasional bisa dikatakan pilkada serentak dilakukan tahun 2024. Namun tidak di Aceh karena pihaknya masih memperjuangkan amanah dari UUPA yang mengamanahkan pilkada digelar lima tahun sekali. Di mana pemilihan terakhir dilangsungkan pada 2017, ini artinya pilkada berikutnya adalah pada 2022.

"Kita tidak boleh samakan pilkada di Aceh harus sesuai dengan keinginan nasional, sudah jelas kalau di Aceh di atur dalam UUPA, jadi harus kita ambil sebuah penegasan bersama terkait dengan pilkada tahun 2022," katanya.

Bahkan, kata dia, mengenai anggaran untuk pelaksanan pilkada juga berbeda dengan nasional.

Khusus di Aceh jelas dikatakan dalam UUPA bahwa sumber anggaran pilkada bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh.

Amatan BERITAKINI.CO, Rapat koordinasi tersebut masuh berlangsung dan dihujani banyak tanggapan dan pandangan dari seluruh partai politik yang berhadir.

Rubrik

Komentar

Loading...