Masih Soal Kinerja Melempem, Nova Didemo Lagi

Masih Soal Kinerja Melempem, Nova Didemo Lagi

BERITAINI.CO, Banda Aceh | Untuk kesekian kalinya, unjukrasa kembali dilakukan sekelompok pemuda menggugat performa kepemimpinan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang dinilai melempem, Senin (15/3/2021).

Mereka yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) itu menggeruduk Pendopo Gubernur Aceh, dan berorasi di sana.

Diboyong serta sejumlah alat peraga, seperti spanduk dan karton, yang bertuliskan kesimpulan singkat mereka tentang fenomena yang menyebabkan Aceh terjerembab di situasi yang sulit.

Di antaranya adalah kondisi di mana Aceh menjadi provinsi termiskin akibat Nova Iriansyah yang dinilai hanya mementingkan pengusaha dan kroni-kroninya.

Keadaan Aceh dinilai semakin celaka tatkala lembaga yang berfungsi sebagai pengawas yakni DPRA, nyaris tak berfungsi, yang diduga lantaran telah lalai dengan bonus pokir yang diberikan Pemerintah Aceh.

Amatan BERITAKINI.CO, sekira 50 perserta aksi itu sebelumnya berkumpul di depan Museum Aceh, sebelum meluncur ke Pendopo Gubernur Aceh.

Beberapa di antara mereka terlihat mengenakan topeng berwajah Nova Iriansyah dan juga Dahlan Jamaluddin.

Status Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera masih menjadi pointer penting bagi APAM.

Mereka jelas-jelas tak menerima predikat itu terutama di tengah limpahan anggaran yang mengucur deras ke Aceh sepanjang tiga tahun terakhir.

Tapi tidak terkonversi menjadi kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, Aceh mengalami pertumbuhan jumlah kaum papa yang angkanya mencapai 19 ribu jiwa hanya dalam rentang waktu Maret 2020 hingga September 2020.

Itulah dasarnya mengapa APAM kemudian menyimpulkan ada yang tidak beres dengan mekanisme pengelolaan anggaran daerah.

Mereka malah menduga ketua DPRA Dahlan Jamaluddin pun ikut bersekongkol dengan gubernur Aceh, sehingga terkesan tak memperdulikan kondisi sakit yang dialami Tanah Rencong.

Koordinator Aksi Maulida mengatakan, saat ini fungsi pengawasan yang dijalankan DPRA di bawah kepemimpinan Dahlan sangat lemah sehingga hal-hal krusial yang menyengsarakan rakyat Aceh semangkin menjadi-jadi.

"Mereka lupa akan kepentingan masyarakat, dan jelas bersekongkol dengan eksekutif selama ini, apalagi ketua dewan terkesan dingin setelah mendapatkan bonus pokok pikiran (pokir) Rp 100 miliar," ujarnya.

Demonstran tak ingin angka kemiskinan meningkat tahun depan sehingga mereka pun menggugat gubernur Aceh dan DPRA untuk tidak terus bersantai di kursi empuk.

"Bapak Gubernur dan bapak dewan jangan hanya diam, kami malu, bergeraklah, fokuskan kinerja anda dengan memperbaiki kebijakan yang menyangkut perencanaan pembangunan di Aceh ini secara terukur, duit kita banyak, " ujarnya.

Mereka juga mengancam akan mengepung kantor gubernur jika saja aksi yang digelar hari ini hanya didiamkan tanpa perubahan kinerja.

Sementara itu setelah satu jam berorasi, massa di sambut langsung oleh Asisten II Setda Aceh Iskandar. Dia mengatakan bahwa setiap tuntutan yang diberikan akan dibicarakan secara khusus dengan gubernur Aceh, namun dia mengatakan selama ini pemerintah telah bekerja dengan baik.

"Kawan-kawan bisa nilai, kita sudah bekerja, tidak ada yang diam, data-data boleh dicek, namun kalau berbicara pendapat, semuanya berhak menyampaikan pendapat, kita terima semua aspirasi kawan kawa  APAM," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...