Mahkamah Syar’iyah Jantho Vonis Pelaku Ikhtilat 30 Kali Cambuk

Mahkamah Syar’iyah Jantho Vonis Pelaku Ikhtilat 30 Kali Cambuk
ZF (dua dari kanan) terpidana pelaku ikhtilat

BERITAKINI.CO, Jantho | Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho menjatuhkan uqubat cambuk sebanyak 30 kali untuk dua pelanggar Syariat Islam.

Keduanya adalah ZF dan FM. Mereka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilat.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum, Selasa (23/3/2021) di Ruang Sidang Utama Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho melalui Humasnya Tgk Murtadha Lc mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim C-1, yang menyidangkan perkara itu, merupakan hukuman maksimal untuk pelaku ikhtilat sebagaimana ketentuan Pasal 25 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

“Di mana setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilat diancam dengan uqubat cambuk paling banyak 30 kali atau denda paling banyak 300 gram emas murni atau penjara paling lama 30 bulan,” kata Tgk Murtadha.

Dia menjelaskan, pertimbangan Mejelis Hakim menjatuhkan uqubat maksimal, karena perilaku yang dilakukan oleh kedua sejoli tersebut sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam dan perilaku tersebut tidak menghormati dan mendukung pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Semoga vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya untuk genarasi muda agar menjaga akhlak dalam pergaulan dan kepada orang tua yang mempunyai anak yang belum menikah, agar dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya terlebih dengan lawan jenis,” katanya.

Seperti diketahui, Jarimah Ikhtilat sebagaimana maksud Pasal 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat adalah perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, berpelukan dan berciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri dengan kerelaan kedua belah pihak, baik pada tempat tertutup atau terbuka.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...