Mahkamah Syar’iyah Jantho akan Gelar Sidang Keliling di Pulau Aceh

Mahkamah Syar’iyah Jantho akan Gelar Sidang Keliling di Pulau Aceh

Jantho | Mahkamah Syar’iyah Jantho terus meningkatkan layanan untuk para pencari keadilan.

Salah satunya dengan menghadirkan layanan sidang keliling.

Untuk itu, Mahkamah Syar’iyah Jantho pun berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar.

Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Ervy Sukmarwati SHI MH didamping oleh hakim dan panitera muda hukum telah melakukan kunjungan koordinasi itu ke Kantor Kemenag Aceh Besar pada Selasa (16/2/2021). Kunjungan tersebut disambut oleh Kakankemenag Kabupaten Aceh Besar Abrar Zym SAg MH.

Ervy Sukmarwati dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa di antara program kerja Mahkamah Syar’iyah Jantho tahun 2021 adalah memberikan layanan sidang keliling kepada masyarakat di wilayah terpencil dalam wilayah Aceh Besar, dan program tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar yang merupakan wilayah sulit dalam yurisdiksi Mahkamah Syar’iyah Jantho.

“Layanan sidang keliling untuk wilayah terpencil ini kita rencanakan untuk perkara Istbat Nikah, dan semoga dapat terlaksana pada semester pertama tahun 2021, untuk itu kami mohon dukungan dari Kantor Kemenag Aceh Besar beserta jajaran KUA di bawahnya agar dapat membantu dalam pendataan pihak yang menginginkan pengesahan perkawinan,” tutur Ervy.

Menyambut recana Mahkamah Syar’iyah Jantho tersebut, Kakankemenag Aceh Besar Abrar Zym menyatakan siap untuk mendukung sepenuhnya dengan mengintruksikan jajaran dibawahnya menyiapkan hal-hal yang diperlukan demi terlaksananya layanan sidang keliling tersebut.

“Kami sangat mendukung rencana layanan sidang keliling ini, lebih-lebih dilaksanakan di Pulo Aceh yang merupakan wilayah terpencil di Aceh Besar, kami harap supaya program ini bisa dibuat dalam bentuk sidang terpadu, sehingga Kantor Kemenag Aceh Besar juga bisa ikut ambil bagian dalam pelaksanaan program tersebut, ke depan kita  bisa koordinasi dengan Dinas Syariat Islam dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Besar untuk mewujudkan rencana ini,” imbuh Arbar Zim.

Rubrik

Komentar

Loading...